Ditolak Berhubungan Intim, Alasan Zulkifli Bunuh Istrinya Dengan Sadis

digtara.com | MEDAN – Terungkap motif pembunuhan Rismawati (41) yang dilakukan oleh tersangka Zulkifli tak lain merupakan pasangan suami istri. Korban tewas dengan banyak luka bacokan di sekujur tubuhnya, Jumat (26/4/2019).

Kabid Humas Polda Sumut Kombes pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku (Zul) bahwa sebelum terjadi cek cok dengan korban, pelaku meminta berhubungan intim (suami-istri) namun korban (Rismawati) menolaknya. Dan karena kesal keinginannya tidak dipenuhi, pelaku langsung mengambil parang serta pisau untuk menganiaya korban.

Muat Lebih

“Pelaku langsung membacoki tubuh korban dengan membabi buta sehingga tubuh korban penuh dengan luka sabetan,” katanya.

Dari keterangan pelaku, ucap perwira melati tiga ini, penyidik tidak percaya seutuhnya karena barang bukti yang diamankan tidak hanya senjata tajam yakni parang serta pisau tapi juga ada botol air mineral yang berisi bensin.

Diduga, pelaku sudah merencanakan aksi ini karena pelaku sebelumnya bekerja di Batam dan menurut pengakuannya sudah sering terjadi cek cok (pertengkaran).

Tambah Tatan, pelaku diamankan petugas saat mengendarai sepeda motor di daerah Indrapura dan kini berada ditahan di Polres Batu Bara. “Kita masih dalami motifnya, dan jenazah korban juga masih di visum demi kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Kapolres Batu Bara AKBP Robin Simatupang menambahkan saat pelaku melakukan aksinya, diketahui oleh adik ipar korban yakni Suprianto (41) yang sedang berada di kamar sebelah namun saat akan ditolong, ia (Suprianto) diancam parang oleh pelaku agar jangan ikut campur.

“Suprianto mendengar suara jeritan minta tolong, saat dilihatnya, korban sudah tak berdaya,” paparnya.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis 25 April lalu di rumahnya di Pasar II Dusun III Desa Aras, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara. Korban, pelaku, adik ipar dan mertua tinggal serumah.

Dari foto yang diterima digtara.com,  disekujur tubuh Rismawati mendapat luka bekas senjata tajam (bacok) diantaranya yakni wajah korban 7 bacokan dengan dua diantaranya mengalami luka lebar menganga sepanjang sekitar 7 centimeter dibawah dagu dan luka lebar dengan panjang 5 centimeter di bagian dahi. Bagian mata sebelah kiri korban juga terkena sabetan senjata tajam.

Ditangan kanan korban tepatnya di bagian siku terdapat luka mengaga  diperkirakan lebar 10 centimeter dengan panjang 15 centimeter dengan kedalaman sekitar 5 centimeter. Selain itu, disekitar pergelangan tangan kanan juga terdapat luka bacokan yang cukup lebar.

Saat ditemukan, korban yang menggunakan baju kaos berwarna kuning bermotif dalam kondisi setengah badan telungkup dan tangan kiri tertimpa kepala dengan posisi dilantai.

Reporter : Putra.

 

Pos terkait