HIKMAH RAMADHAN | Meneropong Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW

Digtara.com | JAKARTA – Tidak bergantung kepada siapa pun, selain bergantung kepada Allah SWT. Inilah yang dimaksudkan dengan kemandirian yang ditekankan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sudah barang tentu setiap manuia memerlukan pihak lain, baik dalam keseharian maupun dalam berbisnis. Namun, sebisa mungkin jangan pernah menjadi beban bagi pihak lain.

Muat Lebih

Dalam kitab suci Alquran secara nyata ditegaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah nasibnya sendiri. Hal itu tertulis pada Surah Ar Ra’d Ayat 11.

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Disampaikan pula dalam ayat yang lain bahwa tiada yang manusia dapatkan kecuali apa yang ia usahakan. Hal ini tercantum dalam Alquran Surah An Najm Ayat 39. “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.”

Itu artinya, manusia diizinkan dan dimampukan oleh Allah untuk memperbaiki keadaan, termasuk menjadi pribadi yang mandiri.

Ada pula ayat yang menggarisbawahi bahwa sungguh di dalam kesulitan terdapat kemudahan. Alquran menegaskannya dalam Surah Al Insyirah Ayat 5, “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

Maka itu, selesaikanlah tugas dan giatlah bekerja. Demikian seperti dikutip dari buku ‘Muhammad sebagai Pedagang’ karya Ippho Santosa dan Tim Khalifah terbitan Elex Media Komputindo, Jumat (10/5/2019).

Nabi Muhammad pun mewanti-wanti, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menyukai hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa yang bersusah payah mencari nafkah demi keluarganya, maka dia serupa dengan seorang pejuang fisabilillah.”

Pos terkait