Penyandang Tunanetra Gelar Tadarus Berjemaah ‘One Day One Juz’

Digtara.com | MEDAN – Penyandang tunanetra di Kota Medan menggelar tadarus berjemaah Al-Quran huruf Braille di Kantor Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) di Jalan Sampul nomor 30, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah.

Pengajar Al Quran di Pertuni, Yeni Heryani mengatakan, belajar huruf Braille sebenarnya tidak lama, hanya sebentar.

Muat Lebih

“Kita memberikan dulu huruf-huruf Hijaiyah nya dan mereka kita suruh menghafal bentuk-bentuk struktur titik-titik dan kemudian meningkat ke tanda baris. Jika sudah hafal tanda baris maka para peserta tadarus dilanjut kepada tanda baca lainnya,” kata Yeni, Kamis (9/5).

Seperti, lanjutnya, mad panjang dan mad pendek dan ketika mereka sudah tahu huruf dan tanda-tanda, maka dilanjutkan kepada Makhraj dan tajwid.

Menurut Yeni, dibutuhkan waktu yang lama untuk mempelajari Al Quran Braille. Kendala biasanya pada pergerakan tangan. Karena, ada yang lambat meraba dan ada yang cepat.

“Jadi ketika dia mendapat huruf kata pertama, misalnya “Mim bertemu waw” nah “Mim di sini bertemu waw tangan mereka belum sampai karena lambat meraba. Jadi, harus dibaca dulu tulisannya dan dikeluarkan suaranya,” paparnya.

Ketua DPD Pertuni Sumut, Khairul Batu Bara mengungkapkan, Pertuni Sumut setiap tahun mengadakan tadarus Al Quran Braile dikalangan tunanetra. Tahun ini dibagi ke dalam empat kelompok.

Ada di tingkat permula, maher, pemantapan dan tingkat yang sudah bisa membaca Satu Juz satu hari (One Day One Juz). Untuk bisa mahir membaca Al Quran Braile dibutuhkan waktu 2 tahun.

“Tahapan belajar sama dengan orang mata sehat, cuma bedanya, meraba. Jadi, mesti diraba satu-satu titiknya. Kalau tingkat dasar permula, dibutuhkan waktu sekitar 6 bulan untuk belajar,” ujar Khairul.

Terkait prestasi, Pertuni Sumut sudah pernah menjuarai lomba tingkat provinsi, kota dan tingkat nasional. Ia berharap ada perhatian pemerintah Sumatera Utara.

“Harapan kita penyandang disabilitas tunanetra haknya dapat terpenuhi. Kami juga berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan kepada kami,” harap Khairul.

Pos terkait