Briptu Agung Ditahan Setelah Terbukti Positif Konsumsi Amphetamin

Polisi terlilbat narkoba (ilustrasi/ist)

digtara.com | MEDAN – Penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumatera Utara, resmi menahan Briptu Agung Reza, personel Direktorat Sabhara Polda Sumatera Utara, yang menjadi perbincangan warganet setelah video dugemnya tersebar di media sosial, Sabtu (11/5/2019)

Briptu Agung ditahan di ruang tahanan khusus Propam Polda Sumatera, setelah penyidik memastikan ia positif mengkonsumsi amphetamine dan metaphetamin, lewat uji laboratorium atas urinnya.

Muat Lebih

Kabid Porpam Polda Sumut, Kombes Pol Yofie Girianto mengatakan, penahanan Briptu Agung dilakukan sambil menunggu hasil sidang pelanggaran disiplin yang akan digelar majelis sidang, apakah dikenakan sanksi ringan atau berat.

Selain ditahan, Briptu Agung juga menjalani proses hukuman lainnya dengan menggunakan rompi orange dan helm khusus oknum anggota polri yang melakukan pelanggaran disiplin.

digtara.com | Oknum Briptu Agung Reza ditindak Propam Polda Sumut karena video dugemnya viral dan positif konsumsi narkoba

“Sudah kita tahan, kita akan tegas terhadap siapapun oknum anggota polri yang melakukan pelanggaran disiplin maupun etik,” katanya.

Ia menjelaskan, kasus ini berawal dari viralnya di Media Sosial video dugem saat perayaan ulang tahun Briptu Agung Reza bersama rekan rekannya dan wanita yang diduga pacarnya di karoke Queen jalan Abdulah Lubis, 5 Mei 2019 lalu di Medan. Usai meniup lilin yang disuguhkan oleh pacarnya, Agung memasukkan sesuatu ke mulut wanita tersebut.

“Diduga yang dimasukkan itu narkoba, namun Agung mengaku yang dimasukkannya hanyalah permen,” papar Yofie.

Saat ditangkap, kata Yofie, petugas tidak menemukan narkoba ditubuh dan tempat tinggal Agung. Namun, berdasarkan tes urin, positif.

Selain Agung, Propam juga memeriksa sebelas rekan Agung yang ikut dalam acara tersebut, namun hanya Agung yang positif. “Yang lainnya negatif, sedangkan Agung positif narkoba sehingga kita tahan dan lakukan pembinaan serta tindakan tegas,” tutup Yofie.

[AS]

Pos terkait