Curi Ikan di Perairan Indonesia, 7 Awak Kapal Perikanan Malaysia Segera Dideportasi ke Thailand

PPNS Perikanan PSDKP Lampulo, Aceh, melimpahkan tujuh awak kapal perikanan Malaysia ke petugas Kantor Imigrasi Klas I-Aceh. Pelimpahan ini sehubungan dengan recana deportasi ketujuh nelayan itu ke Thailand, negara asal mereka. (nanda/digtara)

digtara.com | ACEH – Penyik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan pada Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Aceh, melimpahkan tujuh orang nelayan awak kapal perikanan Malaysia kepada Kantor Imigrasi Kelas I-Banda Aceh, Senin (13/5/2019).

Ketujuh orang nelayan ini adalah awak kapal motor (KM) KHF-1980 dan KM KHF-2598 yang tertangkap tangan mencuri ikan dengan menggunakan Trawl (pukat harimau) di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia, tepatnya di Selat Malaka. Mereka ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan (KP) Hiu 012 di bawah kendali Pangkalan PSDKP Lampulo pada Sabtu 2 Februari 2019 lalu.

Muat Lebih

“Hari ini sejumlah 7 orang WN Thailand yang diserahkan kepada Imigrasi Aceh merupakan ABK dari 2 kapal Malaysia yang ditangkap beberapa waktu lalu. Ketujuh WN ini rencananya akan dideportasi ke negara asalnya dalam waktu dekat ini,”kata Kepala Pangkalan PSDKP Lampulo, Basri usai pelimpahan.

Basri menjelaskan, saat ditangkap, sebenarnya jumlah kedua awak kapal itu berjumlah sembilan orang. Namun dari sembilan orang itu, hanya tujuh orang yang dideportasi.

Sementara dua lainnya harus tetap tinggal di Indonesia untuk menjalani proses hokum. Keduanya adalah nakhoda kapal yang kini tengah menjalani penyidikan atas tuduhan pencurian ikan.

“Kedua tersangka yang lain juga merupakan warga negara Thailand,”tandasnya.

[AS]

Pos terkait