Syafrudin: Pemuda Islam Harus Fokus Jadi Enterpreneur Jangan Berpolitik Dulu

Menpan RB Drs. Syafruddin, M.Si
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Menpan RB) Drs. Syafruddin, M.Si memberikan kata sambutan dalam peresmian Indonesian Islamic Youth Economic Forum (Isyef) Sumut di Masjid Jami' Jalan KL Yos Sudarso Tanjung Mulia Medan Deli, Rabu (15/5/2019)

Digtara.com| MEDAN- Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafrudin mengatakan di jaman millenial ini, sebaiknya para anak muda atau pun kaum millenial harus fokus menekuni bidang Enterpreneur atau wirausahawan dan jangan terjun ke politik terlebih dahulu.

Syafrudin yang juga menjabat sebagai Menteri PANRB ini mengatakan, dengan terfokus ke dunia enterpreneur makan akan berdampak banyak bagi seluruh umat manusia, khususnya untuk para remaja masjid. Sehingga dengan adanya kegiatan Khatam Fest 2019 ini dapat menjadikan semuanya menjadi pengusaha.

Muat Lebih

“Sebaiknya, kaum milenial, anak-anak muda sekarang ini harus fokus menekuni bidang enterpreneur dan jangan main kedunia politik dulu, karena dampak nya untuk kaum muda serta remaja masjid bisa bermanfaat,” terang Safrudin pada kegiatan Khatam Fest 2019, Rabu (15/5/2019) sore.

Namun oleh karena itu, ia juga mengatakan, sesuai dengan ajaran agama Islam diperbolehkan terjun ke dunia politik. “Walaupun tidak dilarang karena Islam mengajarkan politik bagian dari pada ajaran Islam, tapi nanti? Dan himbauan saya mudah-mudahan apa yang terjadi hari ini bisa menjadikan pengalaman bagi kita semua di hari-hari selanjutnya,” ujar Syafrudin

Sementara itu ia mengatakan, Dewan Masjid Indonesia memiliki tugas memakmurkan masjid sehingga umat berbondong-bondong datang beribadah ke masjid kemudian di makmurkan masjid adalah antiklimaks dari pada memakmurkan masjid.

“DMI memiliki peran untuk memakmurkan masjid sehingga seluruh umat berbondong-bondong datang beribadah, kemudian dimakmurkan masjid adalah anti klimaks dari pada memakmurkan masjid,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, ada beberapa program unggulan dari Dewan Masjid, yang salah satunya pemberdayaan ekonomi berbasis, sehingga dapat diperdayakan oleh anak-anak muda serta remaja masjid guna memiliki program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.

“Ada beberapa program unggulan yang dimiliki Dewan Masjid Indonesia, salah satunya pemberdayaan ekonomi berbasis yang nantinya dapat di perdayakan oleh anak-anak muda dan remaja masjid,” tuturnya.

Ia lantas mencontohkan, salah satunya ialah ustadz Taqy Malik, pria yang baru berusia 26 tahun ini selain hafal bacaan ayat Alquran, ustadz yuloutubers ini juga memiliki beberapa usaha yang ia rintis.

“Pemberdayaan umat kemaslahatan umat itu ada di bidang entrepreneur, mana kala Anda berhasil seperti ustad Taqy ini, lihat masih bujangan ya dan pastinya perempuan banyak tertarik udah pintar hafiz Quran pengusaha kemudian para anak muda di samping saya ini betul-betul fokus saja kepada bidang itu karena masalahnya besar yaitu kemaslahatan ummat ummat bisa bersatu umat bisa sejahtera nanti,” ungkapnya.

Pos terkait