Camat Ranto Baek Diduga Pungli Dana Desa Rp5 Juta Setiap Pencairan

Digtara.com | MADINA – Camat Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal Gong Martua diduga melakukan pungutan liar terhadap pengelolaan dana desa dari 18 kepala desa di Kecamatan Ranto Baek, masing-masing senilai 5 juta setiap pencairan.

Pungli diduga dilakoni oleh Gong Martua tersebut dan diperkuat setelah adanya pengakuan salah satu kepala desa dan perangkat desa.

Muat Lebih

Peruntukan kutipan dana desa Rp5 juta setiap pencairan yang pasti kutipan dana desa itu disampaikan kepada oknum suruhan Camat.

Hal ini disampaikan Salah satu Kepala Desa dan perangkat desa di Kecamatan Ranto Baek yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kepada digtara.com.

Akibat banyaknya kutipan tersebut para kepala desa itu mengaku kesal atas kutipan yang tidak jelas peruntukannya itu.

Sementara Camat Ranto Baek Gong Martua yang di konfirmasi melalui telepon selulernya membantah melakukan pengutipan kepada kepala desa sebesar 5 hingga 10 juta rupiah setiap pencairan. Katanya.

Boleh langsung kalian tanya sama kepala desa di depan ku, biar kalian tidak nilai aku mengada-ada.

Ditegaskan Gong Juga, aku sudah capek memperbaiki kalian, malah kalian bilang aku seperti itu, saya tidak perlu kalian (red seluruh desa di Ranto Baek).

“Kalau ada yang mengadu saya melakukan pengutipan, saya siap berhadapan dengan mereka, kamu juga yang konfirmasi saya ini dari dulu kamu taunya saya ini gimana orangnya, saya tidak pernah melakukan pengutipan, lain dengan uang ucapan terimakasih yang mereka berikan,” ungkapnya.

Setelah mencuat pemberitaan di media sosial dugaan pungli setiap pencairan yang dilakukan camat ke 18 kepala desa, oknum suruhan Camat pun bergegas membuat surat pernyataan kepala desa bahwa tidak ada Pungli yang di lakukan Camat.

Pos terkait