Warga Latu Kecam Aksi Brutal Brimob Amahai Yang Tewaskan Warga

digtara.com | AMBON – Warga desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengecam aksi brutal dan anarkis yang dilakukan aparat Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Amahai yang menembak tiga warga desa Latu pada Rabu 15 Mei kemarin.

Muhammad Patty salah satu tokoh masyarakat desa Latu mengatakan kejadian itu merupakan rentetan peristiwa konflik antar dua desa tangga Latu dan Hualoy yang mengalami jalan buntut dalam upaya perdamaian. Menurutnya, berbagai aksi unjuk rasa dilakukan oleh masyarakat kedua desa sebagai protes reaksi represif kepada pemerintah.

Muat Lebih

Ia menceritakan pada Rabu (15/11/2019) sekira pukul 21.30 WITA,  kejadian tersebut berawal saat warga desa Latu memprotes aksi penangkapan salah satu pemuda desa setempat yang diduga pelaku pembunuhan warga desa Hualoy Syamsul Lussy dengan menghalau rombongan Brimob yang baru tiba dari Masohi.

Lalu terjadi penembakan terhadap warga desa Latu, akibat aksi penembakkan tersebut, satu orang warga atas nama Sulaiman Patty meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka tembak, yaitu Mukhtar Patty dan Asnawi Patty.

“Disaat yang sama terjadi adu mulut antara aparat Brimob dengan warga desa Latu, kemudian terdengar bunyi tembakan sebanyak lima kali kearah warga dengan jarak 15 meter yang menewaskan Sulaiman Patty dan melukai dua warga lainnya,” ujar Muhammad Patty melalui rilis yang diterima media ini, Kamis (16/05/2019).

Melihat tiga warga jatuh tersungkur, kemudian aparat Brimob dilempari dengan kayu, batu dan tiga buah bom rakitan. Serentak aparat Brimob membalas reaksi warga dengan tembakan beruntun selama 10 menit ke arah warga dan pemukiman warga sehingga merusak beberapa rumah warga.

Pos terkait