Wakil Bupati Paluta Divonis Penjara 45 Hari Akibat Politik Uang

digtara.com | PALUTA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Padang Sidempuan, Sumatera Utara, menjatuhkan pidana penjara selama 1 bulan 15 hari atau 45 hari kepada Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Hariro Harahap. Hariro dihukum dalam perkara politik uang pada pemilu 2019 lalu.

Vonis terhadap Hariro dibacakan Ketua Majelis Hakim dalam persidangan yang digelar Kamis 16 Mei 2019. Usai mendapat vonis, Hariro kemudian diboyong ke Rumah Tahanan Gunung Tua, Paluta, Jumat (17/5/2019).

Muat Lebih

Selain Hariro, hakim juga memvonis bersalah lima terdakwa lainnya. Termasuk istrinya, Masdoripa Siregar. Kelima terdakwa juga divonis serupa dengan Hariro.

Ketua Bawaslu Paluta, Panggabean Hasibuan menyatakan, Hariro dan lima tersangka lain bersama-sama terlibat politik uang untuk memenangkan Masdoripa yang maju sebagai caleg DPRD Kabupaten Paluta.

“Iya benar, terdakwa atas nama Hariro Harahap bersama istri dan kawan-kawan dengan jumlah keseluruhan sebanyak enam orang sudah dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Negeri Padanglawas Utara,” ungkap Gabe seperti dilansir Kompas.

Terpisah, juru bicara Pengadilan Negeri Padang Sidempuan, Fadel Pardamean Batee mengatakan, selain Hariro dan istrinya, pihaknya mendakwa bersalah empat terdakwa lainnya yaitu Sabaruddin Harahap, Mual Harahap, Samsurijal Harahap, dan Hadjar alias Fakih Imam Muda Harahap.

“Dan atas perkara tersebut, majelis hakim Pengadilan Negeri Padang Sidimpuan memutuskan dan menyatakan para terdakwa bersalah dan divonis dengan hukuman satu bulan 15 hari, denda Rp 15 juta dan subsider Rp 5 juta atau satu bulan kurungan,” ujarnya.

Sebelumnya, tim Satgas Money Politics Polres Tapanuli Selatan mengamankan 14 orang yang diduga terlibat politik uang untuk memenangkan salah satu caleg DPRD Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Senin 15 April 2019 sini hari.

Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan, mulanya pihaknya mendapat informasi adanya dugaan praktik politik uang yang diduga dilakukan oleh salah satu caleg dari Gerindra di Kabupaten Paluta.
Mendapat informasi tersebut, Senin sekitar pukul 02.00 WIB, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, di sebuah jalan di Kabupaten Paluta, petugas menghentikan laju kendaraan mobil jenis kijang yang di dalamnya terdapat empat orang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 87 lembar amplop berisi uang dengan jumlah Rp 43,4 juta.
“Masing-masing amplop berisi uang antara Rp 50.000 hingga Rp 200.000. Juga ada kartu caleg untuk DPRD Kabupaten Paluta dari Partai Gerindra nomor urut 3 Dapil 2 atas nama Masdoripa Siregar,” ungkap Kapolres.

Dari pengakuan ke-empat orang tersebut, mereka mendapatkannya langsung dari Hariro Harahap di kediamannya di Lingkungan I, Pasar Gunung Tua, Paluta, Sumatera Utara.
Mendapat keterangan tersebut, petugas bergerak menuju alamat yang disebut. Dari dalam rumah Wakil Bupati Paluta itu, petugas menemukan 10 orang warga termasuk Hariro Harahap.

“Dan dari dalam rumah tersebut, petugas kita kembali menemukan ratusan amplop berisi uang dengan jumlah sebanyak Rp 26 juta,” ujar Irwa.

[AS]

Pos terkait