Jelang Lebaran, Harga Tiket Pesawat Masih Belum Banyak Perubahan

tiket pesawat

Digtara.com | MEDAN – Jelang mudik lebaran tahun ini harga tiket pesawat masih belum banyak perubahan. Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 106 Tahun 2019 berisi ketentuan tarif yang baru telah ditandatangani per 15 Mei 2019.

Pasca Kepmen tersebut, diberikan waktu dua hari kepada maskapai untuk melakukan penyesuaian tarif. Jangka waktu dua hari tersebut dihitung sejak tanggal pemberaturan mengenai Tarif Batas Atas (TBA).

Muat Lebih

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, kenaikan tiket pesawat mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada tahun ini. Kenaikan berasal dari operasional yang harus ditanggung maskapai terus meningkat.

“Beberapa beban operasional yang naik antara lain, biaya bandara atau Passenger Service Charge (PSC). Kemudian ada pula biaya navigasi yang mengalami kenaikan hampir 130%,” kata Gunawan.

Hal itu, lanjutnya, ditambah biaya bahan bakar pesawat atau avtur yang harganya tidak menentu karena menyesuaikan dengan harga minyak dunia, dan biaya pemeliharaan pesawat serta asuransi yang merupakan fixed cost bagi maskapai mencapai 60% dari total beban maskapai.

“Belum lagi, beban minimum karyawan yang harus disesuaikan setiap tahun,” ujarnya.

Diungkapkan Gunawan, adanya sejumlah kenaikan beban secara langsung mempengaruhi kenaikan harga tiket pesawat. Namun kenaikan ini disatu sisi tidak relevan bagi masyarakat, karena yang menjadi pertimbangan masyarakat adalah tiket domestik lebih mahal ketimbang tiket pesawat keluar negeri.

Sehingga, ini menjadi awal polemik di masyarakat. Namun demikian, hal ini yang membuat perlunya peran pemerintah dalam menstabilkan harga tiket pesawat dengan memberikan batas bawah dan atas bagi maskapai penerbangan dalam menaikkan dan menurunkan harga tiket.

“Meskipun demikian, kenaikan di bulan Mei dan Juni mendatang saya kira masih akan tetap terjadi. Pasalnya, permintaan tiket pesawat pasti membludak sebelum dan sesudah momentum lebaran,” sebutnya.

Gunawan menilai, adanya kenaikan tiket pesawat juga direspons negatif oleh pelaku pasar saham di tanah air. Saham-saham emiten maskapai penerbangan mengalami kejatuhan hingga 7% selama 4 hari berturut-turut. Pada hari ini saham GIAA berhasil menguat 4,8%, dan saham CMPP masih berada di teritori negatif selama 4 hari berturut-turut.

“IHSG hari ini masih berada di teritori negatif, ditutup turun 68 poin atau turun 1,16% di level 5.826. IHSG tertinggi berada di level 5.936 dan terendah berada di level 5.826. Pelamahan IHGS masih disinyalir kondisi ekternal dan internal yang belum stabil,” terangnya.

Pos terkait