Aksi 22 Mei, Pasar Tanah Abang Tutup Total

Digtara.com | JAKARTA – Efek negatif dari aksi 22 Mei 2019 dirasakan sebagian masyarakat. Bukan hanya pengguna kereta api listrik yang akhirnya tidak bisa keluar, tapi juga pada pengusaha tekstil Tanah Abang.

Karena aksi 22 Mei ini, seluruh area Pasar Tanah Abang yang percis di samping Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, tutup. Tak ada satu pun toko yang membuka gerainya. Beberapa pedagang pun mengajak pedagang lainnya untuk mementingkan keselamatan dibanding mencari rezeki dalam situasi sangat tidak aman.

Muat Lebih

“Udah tutup aja. Masih ada hari besok, pentingin nyawa lo,” kata salah seorang pedagang mengimbau pedagang lainnya.

Tidak bukanya pasar grosir terbesar se-Asia ini pun memberi dampak pada masyarakat yang mau membeli baju Lebaran. Terlebih pasar Tanah Abang tutup sudah sejak Selasa malam (21/5/2019). Ini tentunya membuat pemasukan para pedagang berkurang drastis.

Seperti yang diceritakan Yayah. Perempuan berusia 45 tahun ini menjelaskan dirinya tak tahu kalau Pasar Tanah Abang tutup dan itu membuat dirinya gagal beli baju Lebaran.

“Enggak tahu saya kalau (pasar) Tanah Abang tutup. Padahal sengaja ke sini buat cari baju Lebaran. Kalau gini mah mending istirahat di rumah. Mana kereta (KRL) juga susah dijangkau karena demo,” terangnya.

Emak-emak asal Pulogadung, Jakarta Timur, ini pun akhirnya memilih buat membantu para massa yang terkena tembakan. Ini dilakukan Yayah daripada dia datang sia-sia ke Tanah Abang.

“Saya udah minta juga anak saya yang kerja di rumah sakit buat bantu korban di sini. Kalau saya bisa bantu, sebisa saya pasti saya bantu. Kasihan, banyak darah bercucuran di sini,” terangnya sedikit haru seperti dilansir okezone.

Kondisi di kawasan Tanah Abang sampai sekarang belum kondusif dan suara ledakan masih terus terdengar. Untuk Anda yang berencana ke Tanah Abang, ada baiknya mengganti hari untuk menghindari dampak aksi 22 Mei.

Pos terkait