300 Petinju dari 28 Negara Ikut Bertarung di Kejuaraan Presiden Cup

Digtara.com | Kupang – 250 hingga 300 orang petinju akan ambil bagian mengikuti kejuaraan tinju Internasional Presiden cup 2019.

Ratusan petinju ini berasal dari 28 negara, petinju Indonesia dan petinju asal NTT sendiri.

Muat Lebih

Kejuaraan ini akan digelar 22-28 Juli 2019 mendatang di lapangan Gorontalo Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT.

Ketua panitia pelaksana kejuaraan tinju Presiden Cup 2019, Brigjen Pol Drs Johanis Asadoma, MH mengakui kalau penyelenggaraan event ini melibatkan Pertina Pusat, Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Barat maupun pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah Kabupaten di daratan Flores.

Hingga saat ini panitia penyelenggara sudah melakukan berbagai persiapan termasuk menyulap lapangan lokasi pelaksanaan tinju dengan membangun ring tinju, lokasi bazar dan fasilitas pendukung lainnya termasuk tenda-tenda dan tribun.

“Sudah lakukan berbagai persiapan. Akan ada bazar dan kita sulap lokasi menjadi lebih baik,” ujar Waka Polda NTT ini.

Sejumlah petinju dan negara peserta pun sudah mendaftarkan diri untuk mengikuti event internasional tersebut.

Indonesia sendiri akan menurunkan sejumlah petinju dalam tiga tim masing-masing tim A merupakan petinju peserta Pelatnas Sea Games, tim B merupakan petinju cadangan Pelatnas Sea Games dan tim C merupakan para petinju asal Provinsi NTT.

“Khusus petinju NTT akan masuk dalam tim C dan akan turun dalam beberapa kelas pertandingan,” tambah mantan Waka Polda Sulawesi Utara ini.

Dipilihnya Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat sebagai lokasi pelaksanaan kejuaraan Presiden Cup 2019 ini bukan tanpa pertimbangan.

Labuan Bajo saat ini dikenal dengan destinasi wisata yang terkena terutama binatang komodo dan sejumlah pulau-pulaunya.

Untuk itu, pelaksanaan kejuaraan tinju di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat bertujuan mempromosikan pariwisata NTT terutama Labuan Bajo dan obyek wisata di daratan Flores.

“Juga membangkitkan minat dan semangat generasi muda menekuni olahraga tinju,” tandasnya.

Diakui pula kalau saat ini perhatian pemerintah untuk atlet sudah bagus karena melalui olahraga maka orang bisa menata masa depan. “Atlet bisa diangkat menjadi PNS dan mendapat reward bonus yang cukup besar,” ujarnya.

Disebutkan pula kalau penyelenggaraan dilakukan di daratan Flores Provinsi NTT supaya ada hawa olahraga dan masyarakat terinspirasi.

“(Penyelenggaraan di NTT) menunjukkan pada dunia bahwa NTT pun mampu mengorganisasi event internasional,” ujarnya.

Ajang kejuaraan Presiden Cup 2019 ini juga menjadi ajang try out Pelatnas Sea Games bagi para petinju. Pelaksanaan kegiatan yang hampir sepekan ini menelan biaya hampir Rp 7 milyar.

NTT sendiri memiliki sejumlah petinju andalan yang akan bertarung seperti Mario Kalli yang turun di kelas 49 kilogram dan Libertus Gah yang diturunkan di kelas 56 kilogram.[win]

Pos terkait