Alimbas Rumah Gerakan Mahasiswa Dan Rakyat Yang Terkunci

Adinegoro No. 15 atau lebih dikenal dengan sebutan Alimbas dikalangan warga Insan Cita di Medan, Sumatera Utara adalah rumah kader umat dan kader bangsa, serta intelektual-intelektual muda, yang notabenenya adalah Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan serta simpatisan.

Alimbas dapat dikatakan tempat yang sakral bagi keluarga Himpunan. Artinya, ditempat inilah aktivitas pembentukan karakter emosional dan intelektual bahkan spiritual dibentuk lewat yang namanya perkaderan HMI.

Muat Lebih

Setiap yang pernah duduk di HMI Cabang Medan, Alimbas bukan lagi menjadi tempat yang asing baginya. Bukan hanya sekedar tempat untuk bersantai dan duduk duduknya. Di tempat ini berbagai aktivitas akan dilakukan oleh Kader-kader Hijau Hitam.

Tempat ini juga menjadi alamat Sekretariat HMI Cabang Medan sebagai pusat administrasi HMI sekawasan HMI Cabang Medan. Alimbas (baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik), tempat ini sudah melahirkan ribuan kader baik maju atau mundurnya perjalanan Indonesia, dan memfasilitasi jalan proses training HMI baik formal maupun informal seperti diskusi-diskusi yang mengasah intelektual.

Tempat ini juga menjadi tempat ajang silaturahmi yang mendekatkan hubungan persaudaraan sesama kader HMI dan juga alumni serta kalangan masyarakat lainnya yang pernah bersentuhan langsung atau tidak langsung dengan HMI Cabang Medan.

Secara fisik, Alimbas, sudah banyak dilakukan renovasi bangunan, mulai dari bangunan yang dulunya terlihat tua, dan sekarang ini telah terlihat megah. Telah banyak kenangan yang lahir di sana, dan setiap orang pasti mempunyai kenangan tersendiri.

Konon katanya dulu, ada pohon seri di depan kantornya, dan pohon itu menjadi penyejuk dan tempat duduk para kader-kader HMI. Pastinya, kader-kader saat ini atau kader tahun 2000-an tidak lagi melihatnya.

Walau pun terus dipercantik dan dipermegah, yang namanya bangunan jika tidak dirawat maka akan terlihat buruk. Walau dibangun mewah, lengkap dengan segala perlengkapannya jika tidak ada perawatan yang intens dari kita semua, maka Alimbas yang sebagai basis gerakan mahasiswa Islam bisa rusak.

Melihat kondisi hari ini, keluarga besar HMI Cabang Medan heran dan prihatin melihat kondisi fisik Alimbas semakin memburuk dan mungkin ada kemunduran dalam menjaga dan merawat gedung megah. Tempatnya tidak lagi nyaman karena kurangnya perawatan.

Merujuk pada postingan Kakanda Yulhasni di media sosial Facebook. Dimana pengurus HMI Cabang Medan periode 2000-2001 diantaranya Ketua Umum Agusli Matondang, Sekretaris Umum Charles Purnama Siregar, Bendahara Umum Joko Arif Budiono, Kabid PTKP Hardensi Adnin serta Yulhasni yang tidak bisa masuk kedalam halaman Gedung HMI Cabang Medan dikarenakan pagar terkunci (dilas) dan dibalut dengan kawat berduri pada 12 Juni 2019 lalu.

Postingan tersebut viral dan mendapat pandangan yang pro dan kontra atas tindakan sekelompok orang yang menutup akses kedalam gedung tersebut.

Mari sama-masa mengambil pelajaran dari kondisi saat ini agar tidak terjadi lagi kedepan. Alimbas harus benar-benar dirawat oleh kita semua terkhususnya kewenangan Kepengurusan HMI Cabang Medan baik yang sekarang maupun yang akan datang.

Alimbas yang mana sebagai Sekretariat HMI Cabang Medan adalah milik umat, yang mana Pengurus Cabanglah yang memiliki kewenangan untuk menjaga dan merawat gedung tersebut secara penuh tanpa mengesampingkan penjagaan atau perawatan bersama.

Yang perlu diingat dan ditekankan, Alimbas dibangun dengan bantuan-bantuan dari pihak yang tidak mengikat, baik itu alumni HMI sendiri maupun lainnya, sehingga kewenangan Alimbas tetap harus di bawah kendali HMI Cabang Medan, maksudnya kewenangan yang dimiliki Pengurus yang telah diamanahkan secara periodik terlepas dari kondisi-kondisi kepengurusannya.Alimbas harus selalu menjadi rumah diskusi, rumah perjuangan Kader HMI dan rakyat, sehingga harus kita manfaatkan sebagai tempat berproses lebih selaku kader HMI Cabang Medan, kerinduan melihat Alimbas ramai dengan kader yang berdiskusi dan berceloteh ilmu pengetahuan.

Alimbas harus kita kembalikan kepada kegunaannya semula sebagai rumah besar kader-kader HMI, tidak ada satu orang, kelompok, pengusaha, alumni, kader HMI mauoun donatur yang berhak mengklaim kepemilikan rumah Hijau Hitam tersebut.

Alimbas bukan milik pribadi-pribadi atau satu kelompok. Alimbas adalah milik umat, kader HMI dan rumah perjuangan kita semua untuk memajukan peradaban Indonesia. Mulai saat ini hingga sampai nanti, mari menjaga dan merawatnya. (Put)

Penulis : M Fajar Dalimunte / Kader HMI Cabang Medan, Komisariat UISU Medan

Pos terkait