Bocah 10 Tahun di Kupang Dicabuli Motivator di Parkiran Hotel Amaris

Pencabulan (ilustrasi/ist)

digtara.com | KUPANG – Seorang motivator berinisial MU (30) dilaporkan ke Polisi. Warga Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu diperkarakan lantaran diduga telah mencabuli seorang bocah berinsial CA (10), warga Kota Kupang NTT.

Dugaan pencabulan itu terjadi di dalam mobil di parkiran Hotel Amaris Kupang, Jalan Bundaran PU, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang akhir Juni 2019 lalu.

Muat Lebih

Peristiwa itu terkuak setelah korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar, mengeluhkan kepada orangtuanya akan rasa sakit ia dia rasakan di alat kelaminnya. Orangtua korban kemudian curiga dan menginterogasi korban hingga ia mengaku telah dicabuli oleh pelaku.

Kapolsek Oebobo, Kompol Ketut Saba menceritakan, peristiwa pencabulan itu bermula ketika korban dan ibunya, pergi bersama dengan pelaku dan seorang rekannya ke salah satu restoran di Kota Kupang, untuk menghadiri suatu acara.

Saat berada di restoran tersebut, ibu korban kemudian menghubungi suaminya untuk menjemput korban guna diantarkan ke gereja untuk mengikuti latihan yang sedang digelar di sana.

Korban pun kemudian di jeput dan diantarkan ke gereja. Setelah mengikuti latihan, korban dan ayahnya kembali ke rumah.

Setibanya di rumah, ternyata korban tak menemukan ibunya yang belum pulang. Ia lalu meminta sang ayah untuk menghubungi ibunya.

Namun karena panggilannya lantaran tak dijawab, ayah korban lalu menghubungi MU untuk menanyakan lokasi ibu korban.

Tersangka MU yang memang sudah lama kenal dengan ibu korban lantas menawarkan kepada ayah korban untuk menjemput anaknya ke rumah dan mengantarkan korban ke tempat ibunya.

“Ayah korban setuju kemudian tersangka MU menjemput korban. Lalu korban di parkiran hotel dan disana korban dicabuli. Dia juga sempat diiming-imingi hadiah jika tidak melaporkan perbuatan cabul itu kepada orangtuanya,”kata Kompol Ketut kepada digtara, Sabtu (6/7/2019).

Setelah mendapat pengakuan dari korban, orangtuanya lalu membawa korban ke kantor Polisi untuk membuat laporan. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyidikan Polisi

“Korban sudah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang dan selanjutnya diperiksa penyidik Polsek Oebobo,”tandasnya.

[AS]

Pos terkait