Kapoldasu: Implementasi Program Promoter Tingkatkan Kinerja Polri

Digtara.com| MEDAN- HUT ke-73 Bhayangkara, Polda Sumatera Utara menggelar upacara di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (10/7/2019). Pada pidato dari Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan peringatan hari Bhayangkara terkait dengan terbitnya penetapan Pemerintah nomor 11 tahun 1946.

“Melalui penetapan tersebut jawatan Kepolisian Negara yang semula berada dalam lingkungan Kementerian Dalam Negeri ditetapkan menjadi jawatan tersendiri yang langsung berada di bawah perdana menteri atau presiden selaku kepala pemerintahan,” ujar Kapolda Sumut.

Muat Lebih

Ia juga mengatakan peristiwa yang terjadi pada 1 Juni 1946 tersebut juga membentuk berbagai elemen kepolisian dalam satu institusi kepolisian yang bersifat nasional.

“Kami bersyukur sampai dengan saat ini Polri tetap melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur undang-undang yang saat ini memiliki anggota 4.468.073 personil yang tersebar pada 34 Polda di 34 provinsi, serta 61 Polres di 514 kabupaten kota serta 4.872 Polsek di 77.201 kecamatan,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bersama-sama dengan TNI dan komponen-komponen bangsa lainnya menjadi pilar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berbagai perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri selama 3 tahun terakhir.

“Melalui program promoter dititikberatkan pada tiga kebijakan utama yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media

Dalam pidato dari Kapolri itu, Agus mengatakan bahwa peningkatan kinerja melalui peningkatan kualitas pelayanan publik profesionalisme dalam melaksanakan penegakan hukum dan pemeliharaan stabilitas Kamtibmas secara optimal perbaikan kultur direalisasikan dengan menekan budaya koruptif menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif sedangkan manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial dengan menyampaikan berbagai upaya Polri dalam memelihara Kamtibmas dan meminimalisir berita negatif termasuk hoaks dan ujaran kebencian.

Ia juga mengatakan, jika tahun implementasi program promoter telah menunjukkan hasil yang baik kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri terus meningkat pada tahun 2016 termasuk dalam tiga institusi kepercayaan publik.

“Ini berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga yang kredibel telah berada pada 3 besar lembaga yang dipercaya publik,” ujarnya.

Melalui pidato dari Kapolri tersebut, Agus mengucapkan terima kasih atas apresiasi bapak presiden terhadap berbagai capaian Polri khususnya dalam menghadapi berbagai agenda nasional sepanjang tahun 2018 dan tahun 2019.

“Mulai dari pengamatan di Jakarta Sumatera Selatan Jawa barat dan Banten, Asian para games di Jakarta, world Bank annual meeting 2018 di Bali Pilkada serentak 2018 di 171 wilayah tahapan Pemilu 2019 Ramadhan dan idul Fitri 2019 sampai dengan operasi penanganan bencana di berbagai daerah kami juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan yang disampaikan oleh bapak Presiden terhadap pengelolaan organisasi Polri,” ujarnya.

Ia juga mengatakan khususnya terkait opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diraih selama 6 tahun berturut-turut mulai dari tahun 2013 sampai dengan 2018 peningkatan nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintah dari 7.211 pada tahun 2017 menjadi 74,08 di tahun 2018.

Agus juga mengatakan di Peringatan hari bhayangkara terkait dengan terbitnya penetapan pemerintah nomor 11 tahun 1946 melalui penetapan tersebut jawaban kepolisian negara mendapatkan kepercayaan publik demokrasi ini juga siap menindak lanjuti instruksi bahwa presiden dan dalam pelaksanaan tugas.

“Yang pertama meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai tantangan tugasnya semakin kompleks untuk mendukung terwujudnya Indonesia emas di tahun 2045, yang kedua mengedepankan strategi pemosisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah dan menangani berbagai permasalahan sosial di masyarakat, yang ketiga meningkatkan kualitas pelayanan publik yang model mudah murah cepat secara konsisten dan berkelanjutan, yang ke empat meningkatkan profesionalisme dalam menegakkan hukum dan penegakan hukum yang profesional transparan dan berkeadilan, dan yang kelima memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan TNI lembaga pemerintah daerah serta masyarakat dalam memelihara keamanan dalam negeri,” ujarnya.

Oleh sebab itu ia mengatakan dengan dukungan dari bapak presiden dan wakil presiden lembaga tinggi negara Kementerian lembaga seluruh anggota DPR DPD MPR mitra kerja senior dan sesepuh Polri dan TNI serta seluruh masyarakat Indonesia agar semakin profesional modern dan terpercaya dalam mengemban tugas memelihara keamanan dalam negeri.

“Presiden yang kami muliakan serta hadirin dan tamu undangan yang kami hormati Dalam kesempatan yang penuh kebahagiaan ini kami mengucapkan terima kasih atas peningkatan tunjangan kinerja bagi personil Polri serta TNI sebesar 70% yang telah terlaksana selama 1 tahun mulai tanggal 1 Juli 2018 hal tersebut amat berarti bagi peningkatan kesejahteraan personil Polri dan TNI,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, Panglima TNI memiliki visi yang sama untuk terus menjaga stabilitas Kamtibmas menuntaskan pelaksanaan Pemilu 2019 hingga momentum pelantikan pada Oktober 2019 mendatang juga memelihara stabilitas keamanan dalam negeri pasca pelantikan.

“Sehingga pemerintah dapat melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional dengan demikian tersimpan harapan kepada bapak presiden agar anggota TNI dan Polri di masa kepemimpinan 5 tahun kedepan insya Allah dapat meningkat menjadi 100%,” ujar Agus dalam pidato dari Kapolri, Jenderal Tito karnavian tersebut.

Pos terkait