GOJEK Tawarkan Kerjasama Penerapan Non-Tunai Untuk Pelayanan Publik di Sumut

Managemen GOJEK saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (ist)

digtara.com | MEDAN – PT Aplikasi Anak Bangsa sebagai pengembang aplikasi GOJEK Indonesia, menawarkan kerjasama penerapan sistem pembayaran non-tunai (cashless) untuk pelayanan publik yang dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Penawaran itu disampaikan langsung oleh Head of Government Relations Sumatera GOJEK Indonesia, Muhammad Ruslan, saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara, Musa Rajekshah di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Jumat (12/7/2019).

Muat Lebih

“Penerapan sistem non-tunai yang ditawarkan menggunakan dompet virtual milik Gojek yang dikenal dengan GoPay,”kata Ruslan.

Ruslan lebih lanjut mengatakan, satu motif rencana kerja sama penerapan pembayaran non-tunai ini adalah untuk mendukung perwujudan praktik Smart Cities di Provinsi Sumut.

“Dimana konsep utama dari Smart Cities ini adalah pengintegrasian TIK (teknologi informasi dan komunikasi) dalam pengembangan dan pelayanan kota atau daerah. Melalui GoPay, bisa memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi. Misalnya pembayaran listrik, pajak, dan lainnya,” ujar Ruslan.

Kemudahan pembayaran ini, kata Ruslan, akan meminimalisir berbagai faktor yang memperlambat pelayanan publik. Misalnya, bagi yang tidak sempat melakukan pembayaran karena sibuk bisa teratasi karena pembayaran lewat GoPay hanya lewat telepon seluler.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan bahwa GOJEK berminat untuk mengembangkan ekosistem bisnis Green Economy dengan mengurangi penggunaan plastik.

“Setiap driver Gofood yang membawa makanan Pak, nantinya akan kita berikan reuseable bag atau tas daur ulang yang diproduksi oleh UKM lokal di Sumut. Kita berdayakan masyarakat, kemudian kita kurangi sampah plastik,” ucapnya.

Musa Rajekshah menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Menurutnya, sesuatu yang memudahkan dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat tentu harus didukung.

“Selama tujuannya baik dan manfaatnya banyak untuk masyarakat Sumut, kami selaku pemerintah sudah pasti mendukung. Untuk teknisnya nanti, bisa kordinasi langsung dengan dinas-dinas terutama yang menyangkut bagian pelayanan,” ujar Ijeck –sapaan akrab Musa Rajekshah.

Selain memudahkan dan mempercepat proses pelayanan, Wagub Sumut menilai pembayaran digital merupakan opsi transaksi yang perlu dipertimbangkan untuk mulai ditingkatkan penggunaannya dalam proses transaksi sehari-hari. Hal ini karena pembayaran digital merupakan salah satu jenis transaksi yang memiliki rekaman/jejak transaksi yang lebih transparan.

“Pembayaran digital ini pada umumnya memiliki alur yang terorganisir, jelas alurnya. Jejak uang yang dikirimkan jelas masuk ke siapa dari siapa. Tentu ini mengurangi celah-celah untuk melakukan penyelewengan-penyelewengan dalam pelayanan publik yang bisa merugikan masyarakat, artinya lebih transparan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Musa Rajekshah pun memberikan masukan agar dilakukan kajian lebih lanjut terkait dinas-dinas mana yang sesuai untuk menggunakan layanan dompet digital. Kemudian, perlu dilakukan sosialisasi, khususnya bagi masyarakat, sebelum pelayanan tersebut benar-benar terlaksana di lapangan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendampingi Wagub yakni Asisten Pemerintahan Setdaprovsu, Jumsadi Damanik, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, Abdul Haris Lubis, Kepala Bidang Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, Agustinus Panjaitan. Kemudian, dari rombongan PT Gojek Medan yakni Operationals Manager, Aditya Pranata dan Marketing Manager Susan Suhargo.

[AS]

Pos terkait