Analis: IHSG akan Ditopang Sentimen Perang Dagang

Pengumuman Pemindahan Ibu Kota Tak Berdampak, IHSG Turun 41 Poin ke Level 6.241
IHSG (net)

Digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan, Senin (19/8/2019). IHSG naik tipis 0,07% sepanjang pekan lalu dan ditutup di level 6.286,66.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji melihat, IHSG akan ditopang sentimen meredanya tensi politik antara Amerika Serikat dan China, setelah Presiden AS Donald Trump menunda kenaikan tarif baru atas produk impor China senilai US$ 300 miliar. Hal itu berhasil meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar untuk bertransaksi di pasar modal.

Muat Lebih

Ada pula sentimen positif dari dalam negeri. Yakni, peran pemerintah dalam menjaga tingkat stabilitas fundamental makroekonomi domestik berkesinambungan sehingga menjadi katalis positif bagi penguatan IHSG.

Sedangkan menurut Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menambahkan, pasar juga menunggu pernyataan Gubernur bank sentral AS Federal Reserve Jerome Powell di forum bank sentral tahunan, pada 23 Agustus mendatang.

“Pernyataan Powell akan menjadi indikasi kebijakan moneter AS, seperti suku bunga,” katanya.

The Fed akan membuat keputusan bunga pada pertemuan FOMC 17-18 September nanti. Pada 1 Agustus lalu, The Fed telah memangkas bunga 25 basis poin menjadi 2%–2,25%.

Analis memperkirakan IHSG lanjut menguat. Perkiraan Nafan, indeks akan bergerak di level support 6.161,66– 6.198,07 dan resistance 6.319,44–6.381,54. Sementara perkiraan Lanjar di rentang 6.266–6.328.[kontan]

Pos terkait