61 Persen Peserta BPJS Kesehatan di Medan Tunggak Iuran

  • Whatsapp
BPJS Kesehatan (ilustrasi/net)

digtara.com | MEDAN – BPJS Kesehatan Kota Medan mengungkapkan mereka yang menunggak pembayaran iuran mencapai lebih dari separuh jumlah peserta.

Menurut Kepala Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Medan Faisal Bukit, tingkat kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan di Kota Medan hingga kini masih lebih besar penunggaknya ketimbang mereka yang patuh.

Muat Lebih

“Persentase (peserta) yang menunggak mencapai 61 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/8/2019).

Namun dia tidak merinci berapa jumlah peserta BPJS di Kota Medan atau masing-masing golongan peserta yang menunggak.

Dari klasifikasi berdasarkan iuran, kepesertaan BPJS Kesehatan dikelompokkan menjadi enam golongan.

Yakni peserta penerima bantuan iuran (PBI), peserta pekerja penerima upah yang bekerja pada lembaga pemerintah serta peserta pekerja penerima upah yang bekerja di BUMN, BUMD dan Swasta.

Kemudian peserta keluarga tambahan pekerja penerima upah, peserta kerabat lain dari pekerja penerima upah serta peserta dari kalangan veteran, perintis kemerdekaan dan keluarganya.

Namun demikian, Faisal Bukit mengungkapkan mereka yang paling banyak menunggak iuran adalah dari kepesertaan mandiri atau selain dari peserta penerima bantuan iuran (PBI).

“Peserta yang menunggak paling tinggi di masyarakat mandiri yang sudah terdaftar tapi tidak membayar iuran,” ujarnya.

Terkait dengan kepatuhan membayar iuran ia menyesalkan perilaku masyarakat yang banyak mendaftar dan membayar hanya pada saat sakit. Namun setelah sembuh melupakan pembayaran iuran.

Lebih jauh dia katakan, BPJS Medan sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pembayaran iuran. Mulai dari sosialisasi, telecollecting, sampai kunjungan ke rumah-rumah peserta.

Upaya itu dilakukan sebagai salah satu cara menekan defisit keuangan yang dialami.

Dari catatan Digtara,
BPJS Kesehatan mengalami defisit Rp3,3 triliun pada 2014 dan menyentuh Rp5,7 triliun pada 2015.  Kemudian menjadi Rp9,7 triliun pada 2016 dan Rp9,75 triliun pada 2017.

Pada 2018 defisit diproyeksikan mencapai Rp16,5 triliun, yang belakangan dikoreksi hanya tersisa Rp10,98 triliun berdasar hitung-hitungan BPK. Pada 2019, defisit BPJS Kesehatan diestimasi akan semakin dalam, mencapai lebih dari Rp32 triliun.

BPJS Medan sendiri hingga kini masih terutang pembayaran klaim rumah sakit hingga Rp395 miliar. Utang pembayaran klaim sebesar itu mustahil ditutupi dengan keuangan sendiri sehingga mereka berharap suntikan dana dari pusat.

Selama ini, pembayaran klaim rumah sakit dilakukan sekitar tanggal 10 setiap bulan, setelah pengumpulan iuran peserta.

[AS]

Pos terkait