Kapal Pertamina Karam di Perairan Belawan, Nakhoda Tewas

  • Whatsapp

Digtara.com | MEDAN – Sebuah kapal Pertamina dilaporkan tenggelam di perairan Belawan pada Selasa (10/9/2019) setelah mengalami mati mesin secara mendadak. Insiden ini menewaskan nakhoda kapal.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Selasa. Kapal Tug Boat Pertamina MB PMB VI mengalami kecelakaan di perairan SPM (Single Pertamina Moring) perairan Belawan.

Muat Lebih

Pada saat melaksanakan kegiatan menarik selang minyak, mesin kapal tiba-tiba mati sehingga kapal terbalik dan kemudian kapal tersebut tenggelam. Nakhoda kapal, Rudi Prayoum, menjadi korban tewas dalam tragedi ini.

Jasad Rudi sudah dievakuasi ke Rumah Sakit TNI AL Dr Komang Makes Belawan sekitar pukul 21.20 WIB, pada hari itu juga. Sedangkan para awak kapal yang berjumlah tiga orang dilaporkan selamat. Mereka adalah Ahmad Gofory (KKM), Ades Pranata (ABK) dan Nanda (ABK).

Kejadian tenggelamnya kapal ini dibenarkan PT Pertamina (Persero). Namun PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I mengungkapkan sejumlah informasi yang berbeda mengenai ihwal tenggalamnya kapal, terutama mengenai waktu dan penyebab kejadian.

Pertamina MOR I menyatakan kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk dan terjadi sekitar pukul 19.20 AIB, Selasa.

Ketika itu kapal berada di Single Point Mooring (SPM) Belawan, milik Terminal BBM (TBBM) Medan group Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I. ABK kapal sedang melaksanakan proses lepas sandar kapal MT Enduro, kata Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR I.

Kapal berkapasitas 40 ribu deadweight tonnage (DWT) yang mengangkut Solar tersebut sebenarnya sudah menyelesaikan pembongkaran muatan.

“Namun, Ketika kapal membawa selang menjauh dari MT Enduro, tiba-tiba cuaca memburuk dengan cepat dan drastis,” terang Roby saat dikonfirmasi, Rabu (11/9/2019).

Kapal PMB VI kemudian dihantam ombak besar dan angin kencang sehingga menyebabkan kapal menghantam MT Enduro dan terbalik. Tiga ABK tugboat tercebur ke laut tanpa life jacket karena tidak sempat mengenakannya.

Syukur, ketiganya selamat setelah dalam waktu cepat ditemukan tim penyelamat. Namun malang bagi sang kapten ia disebutkan terjebak di dalam kapal dan saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Kami mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas kecelakaan ini. Keluarga korban akan mendapat santunan sesuai peraturan yang berlaku,” kata Roby.

Pertamina sendiri dia pastikan akan terus melalukan pemeriksaan atas insiden ini. Sekaligus untuk memastikan seluruh standar keamanan telah diterapkan.

Pos terkait