HUT ke-71 Polwan di Kupang Diwarnai Nuansa Budaya

  • Whatsapp

Digtara.com | KUPANG – Nuansa budaya dan etnis Nusa Tenggara Timur (NTT) mewarnai perayaan HUT ke-71 Polisi Wanita (Polwan) lingkup Polda NTT. HUT Polwan sendiri jatuh pada tanggal 1 September namun di Polda NTT baru digelar pada Rabu (11/9) di Hotel Oriental Kota Kupang.

Dihadiri Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Raja Erizman, Waka Polda, Brigjen Pol Drs Johni Asadoma, M.Hum, Irwasda Polda NTT, Kombes Pol Tavip Yulianto dan Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Trio Santoso, SH turut hadir dalam acara ini. Seluruh Polwan dari Polres jajaran hadir dan mengenakan pakaian adat masing-masing daerah di Provinsi NTT.

Muat Lebih

Ketua Bhayangkari Polda NTT, Ny Hera Raja Erizman selaku ibu asuh Polwan Polda NTT dan pengurus Bhayangkari serta undangan lain juga diwajibkan mengenakan kostum budaya NTT.
Ny Hera Raja Erizman selaku ibu asuh Polwan PoldaNTT pada kesempatan tersebut mengajak seluruh Polwan Polda NTT untuk introspeksi diri sebagai anggota Polri dan sebagai ibu rumah tangga.

“Sebagai anggota Polwan ada kebahagiaan karena Polri membuka kesempatan yang sama dengan polisi laki-laki untuk berkarya di kepolisian dan Polri tidak pernah memandang kinerja anggota berdasarkan gender,” tandasnya.

Polwan memiliki kesempatan dan kemampuan melaksanakan tugas yang ada namun butuh perjuangan. “Image bahwa Polwan hanya bisa untuk tugas administrasi harus dihilangkan dengan wujud kerja riil,” ujarnya.

Ny Hera Raja Erizman juga meminta seluruh Polwan Polda NTT menghindari pelanggaran terutama yang menjatuhkan martabat wanita.

Ia pun berharap Kapolda NTT untuk memberikan kepercayaan kepada Polwan untuk penugasan pada jabatan yang lebih proporsional sehingga Polwan lebih percaya diri.

Ny Hera Raja Erizman berharap agar Polwan memaksimalkan kepedulian pada masalah sosial terutama pencegahan dan penanggulangan narkoba di lingkungan sekolah, anak remaja dan keluarga, penanganan maslaah KDRT, pencegahan penjualan perempuan, prostitusi dan pencegahan pengiriman TKW ilegal serta pentingnya pendidikan lalu lintas bagi anak dan remaja.

Kepada seluruh Polwan di Polda NTT, ia meminta agar senantiasa memupuk rasa kesetiakawanan, saling hormat dengan suami, orang tua dan tetangga. “Hindari kehidupan konsumerisme. Tatalah pengelolaan anggaran sesuai pendapatan keluarga dna jangan mengejar kehidupan mewah melebihi kemampuan yang berujung pada hutang bahkan korupsi, pemerasan dan pungutan liar,” tambahnya.

Polwan juga diharapkan memegang teguh jati diri yang memiliki pedoman hidup mulia karena Polwan terikat dengan kode etik Polri.

Pos terkait