Berita Pilihan Kabar

Minggu, 22 September 2019 - 23:21 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Air mati (ilustrasi/net)

Air mati (ilustrasi/net)

Air Sering Mati, Warga Medan Keluhkan Pelayanan PDAM Tirtanadi

digtara.com | MEDAN – Warga di sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan buruknya pelayanan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Salah satunya karena sering matinya penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga yang menjadi pelanggan.

Seperti di wilayah Medan Timur, tepatnya di Jalan Perbatasan, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur. Beberapa warga disana mengaku bahwa air PDAM hanya lancar saat tengah malam hari.

“Kalau pagi sampai siang jangan harap air ada. Biasa lancarnya itu tengah malam, sekitar jam 2-3 gitu. Menjelang subuh mati lagi,” ujar Irmayani, salah seorang warga.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mega Aulia, warga Jalan Madiosantoso ini mengatakan hampir setiap malam dirinya terpaksa harus bangun tengah malam demi menampung air agar bisa digunakan di pagi hingga siang hari.

“Ya biasanya kalau saya bangun tengah malam jam 2 itu nampung air. Jadi ditampung di beberapa ember untuk kita pagi siang kalau bisa pun sampai sore. Karena pagi, siang itu air PDAM gak hidup sama sekali. Terkecuali mungkin bagi mereka yang pakai mesin penarik air itu,” jelasnya.

Hal yang sama terjadi di Jalan Pasar 3, Tuasan, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Salah seorang warga Jalan Pasar 3, Gang Bambu, Suriati menjelaskan bahwa di gang tempat mereka tinggal seluruhnya masih belum menggunakan air PDAM. Pasalnya, menurut Suriati pihak PDAM mengatakan belum ada pipa besar di daerah tersebut.

“Sudah beberapa kali kita mohon untuk masuk air PDAM ini. Tetapi, kata mereka belum ada pipa besarnya disini. Sehingga kalau mau kita harus pasang pipa besar dahulu dan itu biayanya lumayan mahal,” katanya.

Terpisah, Yanti yang juga merupakan Kepala Lingkungan juga mengatakan hal demikian. ” Iya memang kata orang PDAM kalau di Gang Bambu itu belum ada pipa besarnya, jadi susah. Kalau di Gang saya ini, Gang Sawo II kita sudah menggunakan air PDAM. Cuma ya gitu, kecil airnya,” ungkap Yanti.

Yanti melanjutkan bahwa beberapa warganya yang berada di Gang Bambu kebanyakan menggunakan sumur bor.
” Banyak yang pakai sumur bor disana, tapi ya gitu juga airnya kadang jernih kadang juga tidak. Kita harap segera ada solusi dari pemerintah,” pungkasnya.

[AS]

Artikel ini telah dibaca 79 kali

Baca Lainnya