Inilah Nama-nama Calon Walikota Medan Usungan Karo Bersatu

  • Whatsapp

digtara.com | MEDAN – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan pada 2020 di mana bursa calon semakin menghangat. Sejumlah nama sudah menyatakan kesiapannya untuk menjadi orang nomor satu di Kota Medan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Cendekiawan Karo Indonesia (ICKI) Sumut, Dr Ir Budi D Sinulingga MM menegaskan,‎ sudah selayaknya tokoh Karo memimpin Kota Medan. Sebab, orang Karo‎ terkenal pekerja keras, rajin, dan berani mengambil keputusan.‎ Kriteria-kriteria itu dimiliki orang-orang Karo.

Muat Lebih

“Selain itu, masyarakat Karo juga ‎rindu memimpin di kampungnya sendiri, yaitu Kota Medan yang notabene didirikan orang Karo, Guru Pattimpus Sembiring Pelawi pada 1590 lalu,” katanya didampingi‎ politisi Jonni Sitepu SE‎ dan penulis Tania Depari.

Dia menyebut, tokoh Karo yang terdiri dari‎ akademisi, cendekiawan, politisi maupun pengusaha yang tergabung dalam Karo Bersatu, sepakat memunculkan 10 nama‎ bakal calon (balon) wali kota dalam Pilkada Kota Medan 2020 nanti.

“Nama-nama itu, sudah dinilai melalui track record, kredibilitas, loyalitas, dan dianggap kompeten‎. Menjelang hari H, akan mengerucut kepada satu nama yang diputuskan dalam satu kesepakatan,” tutur Budi yang juga mantan Kepala Bappeda Sumut dan Kota Medan.

Inilah ke-10 nama dari karo bersatu sebagai berikut‎ Arya Mahendra Sinulingga, seorang politisi muda, pengusaha, leader dan mentor, Arjuna Sembiring (birokrat dan saat ini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan), Baskami Ginting (politisi senior PDI Perjuangan), Burhanuddin Sitepu (politisi Partai Demokrat, anggota DPRD Kota Medan dua periode).

Selanjutnya Budiman Ginting (akademisi, Dekan FH USU), Mbelin Brahmana (pengusaha), Rusdi Sinuraya (saat ini Dirut PD Pasar Kota Medan), Robi Barus (politisi PDI Perjuangan, anggota DPRD Kota Medan dua periode), Syaad Afifuddin Sembiring (dosen USU) dan Sidartha Pelawi (pengusaha).

Sementara, Jonni Sitepu juga menekankan, sudah cukup lama orang Karo diam. Saat ini tiba waktunya untuk menunjukkan jatidiri‎ untuk meneruskan kejayaan Guru Pattimpus membangun Kota Medan.

“Karo Bersatu untuk Kota Medan. Di periode ini, kita harus merebut tongkat kepemimpinan. Masanya putra Karo memimpin Kota Medan,” tambahnya.[analisa]

Pos terkait