Medan Juara Pertama Produk Olahan Pangan Lokal Komersial

  • Whatsapp
Medan Juara Pertama Produk Olahan Pangan Lokal Komersial
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengunjungi salah satu stand pada pelaksanaan Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Sumut yang digelar di Lapangan Merdeka Medan (ist)

digtara.com | MEDAN – Tim PKK Kota Medan keluar sebagai juara pertama Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Sumut. Kota Medan menang untuk kategori Produk Olahan Pangan Lokal Komersial.

Festival ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-39 dan Peringatan Hari Krida Pertanian ke-47 Tingkat Propinsi Sumatera Utara. Festival digelar di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (9/10/2019).

Alhamdulillah, kerja keras yang dilakukan selama ini membuahkan hasil. Pagi menjelang siang ini kita berhasil keluar sebagai juara pertama Festival Pangan Lokal Provinsi Sumut Kategori Paket Lunchbox B2SA. Meski demikian saya berpesan agar keberhasilan ini tidak cepat  membuat kita langsung berpuas diri. Jadikan kemenangan ini sebagai motivasi untuk terus menggiatkan seluruh program PKK. Termasuk B2SA di wilayah Kota Medan,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan, Rita Maharani.

Rita menuturkan, masyarakat terutama kaum ibu saat ini perlu terus diedukasi terkait B2SA ini. Itu penting dilakukan guna meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan prinsip B2SA dengan berbasis sumber daya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, salah satu faktor penting dan sangat mempengaruhi terwujudnya sumberdaya manusia yang berkualitas adalah konsumsi pangan yang bergizi.

“Mari kita jadikan keberhasilan ini sebagai momentum untuk membangun budaya keluarga agar mengkonsumsi aneka menu makanan B2SA. Agar kebutuhan gizi sehari-hari terpenuhi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Dengan demikian insya Allah akan terbentuk sumber daya manusia berkualitas dan mampu berdaya saing,” pesannya.

JANGAN CUMA SEREMONIAL

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, berharap agar peringatan Hari Pangan Sedunia dan Hari Krida Pertanian tidak lagi lakukan secara seremonial. Edy ingin peringatan dilakukan dalam ruangan dan diisi dengan pembahasan sekaligus evaluasi upaya peningkatan hasil pertanian dan pangan di Sumut. Pembahasan perlu pula melibatkan seluruh Bupati dan Wali Kota yang ada di Sumut.

“Saya tidak mau ada acara seremonial seperti ini. Kita harus membahas bagaimana meningkatkan pangan dan pertanian di Sumut.  Kita memiliki lahan yang sangat luas. Saya  optimis Sumut dapat menghasilkan surplus beras yang bermanfaat. Termasuk mengirimkan ke provinsi lain di Indonesia,” ungkap Gubsu.

Selain beras, mantan Pangkostrad itu juga optimis hasil pertanian lainnya di Sumut. Seperti jagung, cabai merah, wortel, tomat, kentang dan ubi kayu, yang juga bisa surplus. Namun perlu pengelolaan yang baik. “Kita punya potensi, jika dikelola dengan baik hasilnya bisa berlimpah sehingga Sumut dapat surplus,”jelasnya.

[AS]

Pos terkait