Siswa SMP Nekat Gantung Diri Dilokasi Orangtuanya Dibunuh

  • Whatsapp
digtara.com | KUPANG – YPS siswa kelas VIII SMP Kupang ditemukan tewas gantung diri, Senin (14/10/2019) pagi sekira pukul 09.15 wita.
Korban ditemukan tewas gantung diri dengan tali di kamar rumah orangtuanya.  Rumah tempat korban gantung diri merupakan rumah orang tua korban Anton Sinaga dan Yance Sunis yang sudah beberapa tahun dibiarkan kosong.
Rumah tersebut kosong pasca kejadian Anton membunuh Yance Sunis dan mengubur hidup-hidup istrinya pada November 2012 lalu di rumah tersebut. Saat ini Anton Sinaga menjalani hukuman di Lapas Penfui Kota Kupang sejak 2012 hingga 20 tahun kedepan.
Sejak 2012 lalu, korban tinggal dengan kerabat ibu nya di Kampung Amanuban Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang. Korban pertama kali ditemukan oleh Christofel Key (57), warga RT 04/RW 01 Kelurahan Oebufu Kecamatan Oebobo Kota Kupang.
Saat itu kambing gembalaan nya masuk ke rumah korban di lokasi kejadian. Christofel pun masuk dan mencium bau kurang sedap. Ia kaget melihat tubuh korban tergantung dengan tali pada tiang rumah dan korban sudah meninggal.
Saat ditemukan, tubuh korban sudah membengkak dan membusuk serta menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Temuan ini dilaporkan Christofel ke Bripka Yanto, anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Oebufu.
Aparat keamanan Polsek Oebobo dan Polres Kupang Kota pun ke tempat kejadian perkara mengevakuasi tubuh korban dan membawa ke rumah jenasah rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Keluarga diwakili kakak-kakak korban menolak dilakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah. Korban diperkirakan melakukan aksi nekat nya pada Sabtu (12/10/2019) malam.
Sabtu (12/10/2019) malam, korban Yohan masih mengikuti pesta pernikahan kerabatnya Oge Naisunis di jalan Nangka Kelurahan Oeba Kecamatan Kota Lama Kota Kupang.
“Korban masih bantu angkat kursi dan terlibat dalam persiapan pesta,” ujar Nada Sinaga (19) kakak kandung korban yang ditemui di rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
Sejak Minggu (13/10/2019) korban tidak pernah ada kabar berita. Kerabat dan kakak nya tidak sempat menghubungi korban karena mengira korban masih dirumah kerabat yang menggelar pesta.  Nada Sinaga mengaku kaget saat membuka HP pada Senin (14/10/2019) karena banyak orang mengirim foto adiknya Yohanis Sinaga sambil menanyakan keadaan korban.
“Awalnya saya bilang adik (korban) ada baik-baik saja, padahal adik saya sudah meninggal karena gantung diri,” ujarnya.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga memasang garis polisi di tempat kejadian perkara.
Kapolsek Oebobo, Kompol Ketut Saba yang dikonfirmasi di kantornya mengaku kalau polisi sudah meminta keterangan dari kerabat korban maupun tetangga yang pertama kali menemukan korban.
Dari keterangan saksi-saksi, tidak ada yang mengetahui kapan persis nya korban datang ke tempat kejadian perkara.
Warga di sekitar lokasi kejadian pun jarang ke lokasi kejadian karena rumah tersebut kosong sejak 7 tahun terakhir pasca peristiwa pembunuhan ayah korban terhadap ibu korban. Jenazah korban selanjutnya diambil pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pos terkait