Hukum

Rabu, 16 Oktober 2019 - 18:09 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Ajudan Wali Kota Medan Digelandang Penyidik KPK dari Mapolrestabes Medan

digtara.com | MEDAN – Satu dari enam orang yang diperiksa di Mapolrestabes Medan pasca operasi tangkap tangan terhadap Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, dibawa keluar oleh petugas KPK dari Mapolrestabes Medan.

Belum ada pihak terkait yang bersedia mengkonfirmasi mau dibawa kemana orang tersebut. Berkemeja putih dan celana hitam, meski mengenakan masker di wajah, tetapi dapat diketahui bahwa pria tersebut adalah Aidil, Ajudan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.
Sekitar pukul 13.53 WIB tadi sejumlah petugas KPK keluar dari gedung Satreskrim Polrestabes Medan, Rabu (16/10/2019).

Dari pengamatan, dua petugas menggiring Aidil berjalan menuju areal parkir. Lalu mereka menaiki sebuah mobil minibus berplat nomor BK 1136 FT.

Setelahnya, dua petugas KPK yang lain juga terlihat keluar dari gedung Satreskrim. Keduanya sama-sama bertas ransel hitam dan orange. Salah satunya juga membawa koper berwarna hitam.

Mereka meninggalkan Mapolrestabes Medan dengan menumpang mobil Avanza Silver berplat BK 1024 FZ. Namun, baik dua petugas awal maupun dua yang terakhir tidak bersedia menjawab pertanyaan awak media.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto pun hanya bersedia membenarkan adanya pemeriksaan KPK di Mapolres terhadap enam orang yang terjaring dalam OTT di Medan tadi malam.

Namun dia enggan membeberkan berapa orang yang sudah diperiksa dan apakah pemeriksaan sudah selesai atau belum.

“Saya tidak berhak (menjelaskan) bang,” katanya singkat melalui pesan teks.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, setelah kepala daerah, direncanakan empat orang lainnya akan dibawa secara bertahap siang dan sore ini ke Jakarta. Mereka adalah dari unsur Kepala Dinas, Ajudan dan Protokoler Wali Kota.

KPK mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan dan salah satunya adalah kepala daerah. Lembaga antirasuah itu melakukan operasi senyap sejak Selasa (15/10/2019) malam hingga Rabu (16/10/2019) dinihari. Selain Wali Kota, KPK juga mencokok Kepala Dinas PU, Protokoler, Ajudan Wali Kota dan dari pihak Swasta.

Informasi yang dihimpun, dalam OTT tersebut petugas KPK juga menyita uang lebih dari Rp200 juta. Uang tersebut diduga merupakan setoran dari dinas-dinas yang sudah berlangsung beberapa kali.

Saat ini Wali Kota Dzulmi Eldin sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. “Dalam waktu maksimal 24 jam KPK akan tentukan status hukum perkara dan pihak yang diamankan,” kata Febri.

[AS]

Artikel ini telah dibaca 259 kali

Baca Lainnya