Berita Pilihan Kesehatan

Senin, 4 November 2019 - 20:08 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Ananda Syahputra bersama dengan Irwanto di RS Bhayangkara Medan, Senin. (antara)

Ananda Syahputra bersama dengan Irwanto di RS Bhayangkara Medan, Senin. (antara)

Kisah Nanda, Bocah 5 Tahun Yang Lumpuh Otak Akibat Jatuh Dari Ayunan

digtara.com | MEDAN – Pandangannya bergerak liar menuju sudut-sudut ruangan.  Namun terasa kosong seperti jiawnya berada di dimensi yang berbeda.

Ia tak bicara, tak juga banyak bergerak. Namun tangannya terus memeluk leher sang kakek, Irwanto. Seolah tak ingin sang kakek beranjak meninggalkannya.

Dia adalah Ananda Syahputra (5), bocah penderita kelumpuhan otak (Celebral Palsy), yang kini dirawat di RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan. Bocah kelahiran 18 Februari 2014 yang kerap dipanggil Nanda itu, dirawat di rumah sakit setelah kisahnya mendapatkan perhatian dari Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto.

Nanda selama ini dirawat kakek dan neneknya di rumah keluarga mereka di Jalan Manggis, Lingkungan II, Kelurahan Limau Sundai, Binjai Barat, Kota Binjai, Sumatera Utara. Nanda dirawat kakek dan neneknya karena kedua orangtuanya telah meninggal dunia.

YATIM SEJAK USIA 3 TAHUN

Ayahnya, Ajunuar meninggal akibat serangan jantung sehari setelah Nanda dilahirkan. Sedangkan sang ibu Erni Mariani, meninggal akibat penyakit kista saat Nanda masih berusia tiga tahun.

Sang kakek, Irwanto, mengaku, Nanda mengalami kelumpuhan otak sejak usia 2 bulan. Itu terjadi setelah Nanda terjatuh dari ayunannya.

Jatuh Dari Ayunan, Bocah 5 Tahun di Sumut Alami Kelumpuhan Otak

Ananda Syahputra tengah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Medan (digtara)

“Waktu umur dua bulan Nanda jatuh dari ayunan. Sejak saat itu berat badannya langsung turun. Setelah dibawa ke rumah sakit Adam Malik, dokter bilang bahwa otaknya mengecil,” ujarnya.

Dua tahun berselang, tubuh Nanda terus menyusut, badannya juga tidak banyak bergerak.

Irwanto sebenarnya terus berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk sang cucu. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya tak bisa berbuat banyak.

“Cuma sekali aja dibawa ke rumah sakit. Habis itu enggak ada lagi. Kami enggak punya uang. Cuma kami rawat di rumah. Di urut-urut saja,” tuturnya.

MENDAPAT ATENSI KAPOLDA SUMUT

Pada Selasa, 22 Oktober 2019 lalu, Nanda mendapat kunjungan dari tim Respek Peduli Medan. Kemudian tim membawa Nanda ke Rumah Sakit (RS) Artha Medica Binjai.

Setelah dari RS Artha Medica Binjai, kemudian Nanda dibawa ke RS Colombia Medan. Pihak rumah sakit menganjurkan Nanda untuk mendapatkan perawatan gizi. Namun karena keterbatasan biaya, Nanda kembali dirawat di rumah.

Kabar tersebut sampai kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Irjen Agus kemudian memerintahkan agar Nanda segera diberikan pelayanan kesehatan. Nanda lalu dijemput dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

[AS]

Artikel ini telah dibaca 118 kali

Baca Lainnya