Politik

Rabu, 6 November 2019 - 22:08 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membuka Kegiatan Pendidikan Politik Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Hotel Grand Mutiara, Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu 6 Nopember 2019 (ist)

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi membuka Kegiatan Pendidikan Politik Cerdas Berintegritas yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Hotel Grand Mutiara, Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu 6 Nopember 2019 (ist)

Di Depan KPK, Edy Rahmayadi Ingatkan Pentingnya Pemahaman Politik Berintegritas

digtara.com | KARO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengajak seluruh kekuasaan eksekutif dan legislatif di Sumatera Utara, untuk menjalankan kegiatan politik yang cerdas dan berintegritas. Salah satunya dengan tidak terlibat dalam kegiatan korupsi.

Karena itu, pemahaman mengenai politik yang berintegritas sangat penting bagi eksekutif dan legislatif. Apalagi keduanya adalah mitra yang selalu berhubungan dalam rangka menyejahterakan masyarakat Sumut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat membuka Kegiatan Pendidikan Politik Cerdas Berintegritas, di Hotel Grand Mutiara, Jalan Peceran, Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (6/11/2019) sore.

“Kegiatan pendidikan politik ini sangat penting bagi pemangku kepentingan. Terutama eksekutif dan legislatif. Ini proses pembelajaran bersama, kita bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Utara ini,” katanya.

Gubernur juga mengatakan, kegiatan  ini merupakan ajang diskusi untuk mewujudkan politik yang cerdas berintegritas. Apalagi salah satu narasumbernya adalah Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Giri Suprapdiono.

Di Depan KPK, Edy Rahmayadi Ingatkan Pentingnya Pemahaman Politik Berintegritas

Para peserta kegiatan Pendidikan Politik Cerdas Berintegritas berfoto bersama usai pembukaan (ist)

Untuk itu, Gubernur mengharapkan agar peserta bersama-sama dirinya mendapatkan manfaat dari forum tersebut.  “Ayo sama-sama kita simak ini, ini sangat berharga,” ujar Edy Rahmayadi.

BERANI JADI GUBERNUR KARENA KPK

Mengenai KPK, Edy mengatakan dirinya tidak akan berani menjadi gubernur jika tidak ada KPK. Sebab menurutnya, KPK berperan mengawasinya agar berada tetap di dalam jalur. “Saya mau jadi gubernur ini karena ada KPK yang mengawasi saya, saya hanya manusia biasa yang punya nafsu,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya