Putu Adiyasa Jadi Doktor Pertama Lulusan Undana di Polda NTT

  • Whatsapp

digtara.com | KUPANG – I Putu Adiyasa mengikuti ujian terbuka Program Doktor Ilmu Administrasi Negara Program Pascasarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Rabu (6/11/2019) di Aula Pascasarjana Undana Penfui, Kota Kupang.

Mengenakan jas berwarna hitam, Putu Adiyasa percaya diri mempertanggungjawabkan disertasinya dihadapan para penguji, representasi guru besar, Direktur Pascasarjana Undana dan Tim Promotor serta peserta sidang terbuka.

Muat Lebih

Perwira berpangkat Komisaris Polisi (Kompol) dan bertugas sebagai Kepala Sub Bidang Penyusunan Penyuluhan Hukum Polda NTT ini menjadi doktor pertama lulusan Undana Kupang di institusi Polda NTT.

Putu Adiyasa mendapatkan predikat sangat memuaskan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.92.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Waka Polda NTT, Brigjen Pol Drs. Johni Asadoma, M.Hum, mantan Bupati Kupang dua periode, Ayub Titu Eki dan para rekan serta mahasiswa.

Sidang terbuka tersebut sangat berkesan karena dihadiri juga oleh orangtua Putu Adiyasa yakni sang ayah Nyoman Nedeng (95) dan Ni Luh Rendi (88) serta kakak kandung Drs. I Made Gunawan dan keluarga.

Dalam presentasi disertasinya, Putu Adiyasa menguraikan hasil disertasinya yang berjudul ”Efektivitas Pelayanan Publik Pada Kantor Bersama Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) Kota Kupang’.

Disertasi Putu Adiyasa bertolak dari kebutuhan masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor atau wajib pajak yang membutuhkan pelayanan yang optimal dan prima di Kantor Samsat Kota Kupang.

Dari hasil penelitian, diketahui layanan Samsat Kota Kupang baik sistem dan model pelayanan dirasa belum optimal seperti pembayaran setiap tahun untuk mendapatkan cap validasi pengesahan STNK, pembayaran BBN, pembayaran lainnya karena waktu pelayanan, petugas yang memberikan pelayanan dan sarana pelayanan yang dinilai belum maksimal.

Ia merumuskan masalah bagaimana efektivitas pelayanan publik dan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pelayanan dan bagaimana model pelayanan.

Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, ia mencoba memberikan gambaran fenomena dan menganalisis peran dan kendala, solusi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan di Kantor Samsat Kota Kupang.

Hasil penelitian yang didapatkan, kata Putu Adiyasa, adalah model pelayanan di Kantor Samsat Kota Kupang belum mencapai efektivitas karena pelayanan bersifat ‘diam ditempat’ dan hanya menunggu para wajib pajak yang datang ke kantor.

“Dan hal tidak mungkin menambah income (pendapatan daerah). Hal ini tidak efektif, sehingga Samsat harus memiliki inovasi baru dalam pelayanan publik,” ungkapnya.

Putu Adiyasa menawarkan inovasi baru yakni pelayanan publik ‘Samsat Jemput Bola’ di mana langsung melakukan pendekatan dengan para wajib pajak.

Pos terkait