Para Pelaku Pembunuh Berencana di Labuhanbatu Dibayar Rp40 Juta

  • Whatsapp

digtara.com | MEDAN – Satreskrim Polres Labuhan Batu bersama Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut telah menangkap 5 pelaku pembunuhan berencana terhadap dua warga Labuhan Batu, Martua P Siregar alias Sanjay (48) dan Maraden Sianipar (55), yang berhasil ditangkap polisi ternyata dibayar Rp40 juta.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, para pelaku dibayar Rp40 juta. Masing-masing pelaku mendapat bagian sesuai dengan perannya.

Muat Lebih

“Setelah melakukan pembunuhan, otak pelaku bernama Janti Katimin Hutahaean alias Jamti Hutahaean (42) menerima  kiriman uang dari Wati (bendahara PT Amalia) sebesar Rp40 juta. Dia mendapat bagian Rp7 juta,” ungkap Agus didampingi Direktur Reskrimum Kombes Pol Andi Rian, Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu AKP Jama Kita Purba dalam keterangan pers, Jumat (8/11/2019).

Lanjut Agus, pelaku Jamti kemudian membagikan sisa uangnya Rp37 juta kepada tersangka Josua Situmorang Rp7 juta. Kemudian, Daniel Sianturi Rp17 juta dan Hendrik Simorangkir Rp9 juta. Sedangkan sisanya untuk operasional.

“Aksi pembunuhan yang dilakukan terhadap kedua korban karena pihak perkebunan dari PT Amalia sudah  berkali-kali mengusir dan  memperingatkan korban untuk tidak menggarap lahan di perkebunan itu. Sebab, seringkali terjadi cekcok dengan para penggarap lainnya. Tak ingin ada keributan, Harry, menantu salah satu pemilik PT Amalia, memerintahkan Jamti untuk mengusir dan kalau melawan habisi dan akan diberi upah kalau sudah menghabisinya,” beber Agus.

Diketahui, sebelumnya Satreskrim Polres Labuhan Batu bersama Subdit III Jatanras Reskrimum Polda Sumut telah menangkap 5 pelaku pembunuhan terhadap kedua korban. Dari kelima pelaku yang ditangkap secara terpisah ini, dua di antaranya terpaksa ditembak betisnya karena melawan dan mencoba kabur.

Kelima pelaku yang ditangkap adalah Janti Katimin Hutahean alias Katimin alias Jamti Hutahean (42), warga Pasar Nagor Dusun 5 Perdagangan, Simalungun, yang merupakan Humas Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia. Kemudian, Victor Situmorang alias Pak Revi (55) dan Sabar Hutapea alias Pak Tati (55). Keduanya, warga Sei Siali Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Labuhan Batu, yang merupakan security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia.

Selanjutnya, Daniel Sianturi alias Niel (40), warga Desa Pardomuan Kasindir, Kelurahan Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun. Niel juga security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia. Terakhir, Harry Padmoasmolo alias Harry (40), warga Jalan Juanda Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Harry merupakan menantu dari salah satu penggarap lahan perkebunan PT Amalia.

Pos terkait