Polda Maluku: Nasabah BNI Tak Cemas dengan Isu Tak Bertanggung Jawab

  • Whatsapp

digtara.com | AMBON- Polda Maluku menghimbau nasabah PT Bank BNI Tbk di wilayah Ambon dan Maluku untuk tidak cemas dengan isu yang beredar di masyarakat karena karena kepolisian akan menindaklanjuti penyimpangan yang mungkin dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap agar masyarakat tetap melakukan transaksi perbankan dengan mengindahkan atau memerhatikan prosedur transaksi keuangan yang berlaku,” kata Kabid Humas Polda Maluku Konbes M Roem Ohoirat melalui sambungan telepon.

Muat Lebih

Terkait dengan pengamanan bank BNI, Ohoirat mengatakan siap membantu jika diperlukan untuk menjaga nasabah dari ancaman perampokan dan lainnya.

Sementara itu, mengenai penyelesaian kasus dugaan persekongkolan pembobolan Bank BNI Ambon, hingga saat ini Polda Maluku telah menetapkan 6 orang tersangka, setelah kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan semaksimal mungkin.

Seperti diketahui, telah terjadi fraud di Bank BNI, sebuah transaksi keuangan yang dilakukan oleh sindikat dengan menggunakan orang dalam, dengan dugaan dana mencapai puluhan miliar.

Kasus fraud biasanya terjadi karena dalam transaksi keuangan para pihak yang terlibat sepakat untuk tidak mencatatkan transaksi tersebut dalam system keuangan bank yang terkait.

Terkait dengan kasus fraud Bank BNI ambon, kejadian ini bermula dari laporan bank yang melihat terjadi indikasi transaksi yang tidak wajar dilakukan oleh pejabat bank terhadap rekening nasabah tertentu di bang tersebut.

Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, transaksi tak wajar yang ditemukan oleh tim internal BNI tersebut langsung dilaporkan ke Polda Maluku untuk ditindaklanjuti.

Mengenai kejadian fraud tersebut, pengamat perbankan sebelumnya mengatakan tidak perlu mengkhawatirkan keberadaan dananya di bank yang sedang terdampak kondisi fraud tersebut.

Menurut pengamat perbankan Refrizal yang juga pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI, selain dijamin LPS, kasus fraud perbankan atau investasi bodong itu hanya masalah kasuistik, bukan terkait sistem perbankan secara umum. “Secara umum perbankan kita sudah baik dan aman,” kata Refrizal baru-baru ini.

Menurut dia, pengawasan terhadap bank di Indonesia, jauh lebih ketat dan dapat dengan mudah mendeteksi ketika terjadi transaksi yang mencurigakan. Hal ini dipengaruhi keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang selalu dapat notifikasi bila ada transaksi yang tidak wajar.

Pos terkait