Nusantara

Senin, 18 November 2019 - 16:24 WIB

3 minggu yang lalu

logo

Hasil Tes Urine Pilot Batik Air Negatif

digtara.com | KUPANG – Direktorat Narkoba Polda Nusa Tenggara Timur, beserta tim medis rumah sakit Bhayangakara Titus Uly Kupang telah memeriksa urine Kapten Djarot Harnanto, pilot pesawat Batik Air yang pingsan dalam penerbangan Jakarta-Kupang, Minggu (17/11/2019).

Tes urine tersebut dilakukan Minggu tadi malam, ketika Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Hamidin bersama pejabat utama menjenguk kapten Djarot Harnanto di kamar 5011 rumah sakit umum Siloam Kupang.

Sesaat setelah Irjen Pol Hamidin berada di ruang perawatan, sejumlah anggota Bid Dokkes dan Dit Resnarkoba Polda Nusa Tenggara Timur ikut masuk kedalam.  Kasubdit I Dit Resnarkoba Polda NTT, AKBP Jack Seubelan, SH didampingi 9 orang anggotanya datang ke rumah sakit Siloam Kupang.

“Iya sudah dicek urin dan hasilnya negatif. Ini informasi dari Dir Narkoba Polda NTT,” kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur, AKBP Yohanes Bangun, Senin (18/11/2019).

Diagendakan pada Senin (18/11/2019) tim Resnarkoba Polda NTT menginterogasi co pilot dan memeriksa rekam medis pilot yang masih sakit.

Sebelumnya, Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Hamidin, Minggu (17/11) menjenguk kapten Djarot Harnanto pilot Batik Air yang pingsan dalam penerbangan Jakarta – Kupang.

Irjen Pol Hamidin didampingi sejumlah pejabat utama Polda Nusa Tenggara Timur, kepala rumah sakit Bhayangakara Titus Uly Kupang beserta tim medis.

Tiba di rumah sakit Siloam Kupang, Irjen Pol Hamidin beserta rombongan langsung menuju ruang perawatan kapten Djarot Harnanto, di lantai lima, VIP 5011.

Sesaat setelah Irjen Pol Hamidin berada di ruang perawatan, sejumlah anggota Bid Dokkes dan Dit Resnarkoba Polda Nusa Tenggara Timur ikut masuk kedalam.

Namun sang pilot belum bisa diajak berbicara karena sedang tidur. Irjen Pol Hamidin hanya sedikit bercerita dengan co pilot, yang menjaga kaptennya.

Menurut Irjen Pol Hamidin, dirinya datang menjenguk kapten Djarot Harnanto hanya ingin berterima kasih, karena telah menyelamatkan 148 penumpang didalam pesawat.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada pilot dan co pilot, yang bisa mendaratkan pesawat dengan sempurna dan menyelamatkan ratusan penumpang. Saya juga ucapkan selamat kepada ratusan penumpang Batik Air yang selamat dalam insiden ini,” ucapnya.

Menurut Irjen Pol Hamidin, kejadian ini merupakan kejadian luar biasa dan bukan karena kuasa manusia. Cara kerja para pilot sudah sangat terlatih.

Kapolda mendapatkan penjelasan dari co pilot, bahwa pilot sudah mendaratkan pesawat kemudian pingsan. “Jadi pesawat nya sudah mendarat baru pilotnya pingsan dan ini luar biasa karena tidak ada insiden dan seluruh penumpang selamat,” tambahnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Siloam Kupang, dr. Herbert mengaku, pasien tengah mendapat perawatan intensif. Pilot kapten Djarot Harnanto belum dipindahkan ke ruangan.
Terkait penyakit yang diderita, dr. Herbert tidak bisa mengungkapkan kepada media, mengingat standar kode etik kedokteran dan aturan rumah sakit tersebut.

“Pilot tersebut tadi tiba di rumah sakit Siloam sekitar pukul 13.30 Wita dan langsung mendapat penanganan pertama di Instalasi Gawat Darurat,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 78 kali

Baca Lainnya