Nusantara

Selasa, 26 November 2019 - 21:46 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Seorang PNS Tewas Dalam Bentrokan Warga di Sorong

digtara.com | SORONG – Satu orang warga dinyatakan meninggal dunia dalam insiden bentrokan susulan yang terjadi di Kawasan  Supermarket Yohan, Klademak – III Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (26/11/2019).

Korban atas nama David Nauw (40), meninggal dunia akibat tindakan penaniayaan yang dialaminya saat berupaya melerai massa yang terlibat bentrokan. Insiden itu terjadi tak jauh dari kediamannya pada dini hari tadi.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua Barat itu, sempat dilarikan ke RSAL dr. Oetojo Sorong guna mendapatkan perawatan medis. Namun nyawanya tak terselamatkan akibat benturan keras di bagian kepalanya.

“Almarhum ini bersama dengan saya. Kita tertibkan anak-anak sampai ke depan jalan. Maksudnya menghalau adik-adik supaya kembali. Kita harapkan tidak terjadi keributan lanjutan. Polisi datang kita sudah giring mereka sampai ke kompleks di perempatan, dibelakang. Sampai disitu ada anak-anak kecil yang ditegur, adik-adik kita satu kompleks, tidak dengar, almarhum ini tampar dia. Mungkin karena tidak terima, dia balik, ada balok yang dipegang, dia pukul dari belakang. Almarhum ini jatuh, muka (wajah) terbentur di aspal. Selang berapa menit dilarikan ke rumah sakit Angkatan Laut, tidak sampai 10 (sepuluh) menit beliau meninggal,”ungkap Elvis Howae (41) warga setempat sekaligus kerabat yang bersama-sama korban di lokasi kejadian.

 

HENDAK BAYAR  MAHAR

Menurut penuturan keluarganya, korban yang berdomisili di Manokwari tersebut, datang ke Sorong guna melaksanakan prosesi  adat penyerahan mas kawin kepada keluarga istrinya. Kegiatan itu rencananya berlangsung hari ini di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Pasca meninggalnya korban, Walikota Sorong, Lambert Jitma pun terlihat mengunjungi Rumah Sakit dan melakukan pertemuan tertutup bersama Dandim 1802/ Sorong.

Usai disemayamkan di Ruang Jenazah RSAL dr. Oetojo Sorong, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian dimakamkan.

Sementara itu,  JI (17), pelaku penganiayaan terhadap korban telah berhasil diamankan dan kini berada di Mapolres Sorong Kota guna jalani proses hukum.

“Untuk pelakunya 1 (satu) orang. Sudah kita proses. Sudah ada di Polres Sorong Kota,” terang Kapolres Sorong Kota, AKBP Mariochristy Siregar.

 

JANGAN TERPROVOKASI

Pasca penangkapan pelaku, warga masyarakat maupun keluarga korban diimbau untuk tidak lagi terprovokasi dengan berbagai informasi yang belum tentu kebenarannya dan menyerahkan seluruh penanganan kasus tersebut kepada pihak berwajib.

Sebelumnya, Minggu 24 November 2019 lalu terjadi bentrokan antar dua kelompok warga di kawasan jalan Ahmad Yani, kawasan Klademak III, Kota Sorong, Papua Barat.

Warga saling serang dengan menggunakan batu dan kayu serta memblokade sejumlah ruas jalan utama kota maupun permukiman. Bentrokan dipicu adanya dugaan pemukulan oleh salah satu warga setempat terhadap anak-anak yang kala itu sedang bermain meriam spirtus.

Terkait itu, selain telah melaksanakan rapat terbatas bersama pemerintah daerah serta  mengerahkan 2 (dua) Satuan Setingkat Peleton (SST) guna mem-backup pihak Kepolisian dalam proses pengamanan  di lokasi bentrokan, jajaran Kodim 1802 Sorong pun mengagendakan adanya pelaksanaan rapat koordinasi terbatas bersama jajaran Forkopimda di Makodim setempat sebagai upaya antisipatif terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas yang berkelanjutan pasca bentrokan yang teradi.

“Kami tadi sudah rapat internal dengan pak walikota terkait situasi yang terjadi saat ini dan puji syukur aksi yang terjadi bisa kita redam dan rencana akan kita tindaklanjuti secara detail, rapatnya untuk forkopimda nanti malam ini,”ungkap Dandim – 1802/ Sorong, Letkol. Inf. Budiman.

[AS]

Artikel ini telah dibaca 5112 kali

Baca Lainnya