Headline Peristiwa

Minggu, 1 Desember 2019 - 14:49 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Gagalkan Perayaan HUT OPM, TNI-Polri Ciduk 34 Orang TPN-PB

digtara.com | JAYAPURA – Jajaran TNI – Polri berhasil mengamankan 34 (tiga puluh empat) orang warga yang merupakan anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN – PB) besutan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), salah satu organisasi Politik rakyat Papua yang selama ini gencar mengkampanyekan gerakan Papua Merdeka.

Ke – 34 warga tersebut diamankan saat melintasi Pos Patwal Pati – 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (30/11) menggunakan sebuah truck bernomor polisi DS 7739 JL dengan tujuan Kota Jayapura – Papua Barat guna menggelar aksi dalam rangka perayaan HUT Papua Merdeka pada Minggu (1/12).

Proses penghadangan dan penangkapan tersebut dipimpin langsung Wakapolres Jayapura, Kompol. Iip Syarif Hidayat, SH.

Dari hasil penggeledahan petugas, ditemukan sejumlah barang bukti berupa 3 ( tiga ) buah senjata tajam jenis parang panjang, 2 ( dua ) buah katapel, 2 ( dua ) buah senjata tajam jenis badik, 1 ( satu ) buah sangkur, 18 ( delapan belas ) buah celana loreng panjang ( loreng KNPB dan TPN-PB model PDL – II ), 19 ( sembilan belas ) buah baju loreng beserta lambang Bintang kejora dan lambang TPN-PB ( Model PDL – II ), 6 ( enam ) buah baju kaos loreng, 1 ( satu ) buah rompi loreng, 2 ( dua ) buah topi loreng serta beberapa Dokumen yang berhubungan dengan Organisasi Papua merdeka.

Selain mayoritas berprofesi sebagai petani, dari total jumlah warga yang diamankan, 5 (lima) orang diantaranya masih berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMA).

Bersama barang bukti, para warga tersebut kini diamankan di Mapolsek Sentani Kota untuk di lakukan pemeriksanaan lebih lanjut.

Adapun identitas masyarakat yang di amankan sebagai berikut :

1) Ismail Bairi, 22 tahun, laki – laki, K. Protestan, swasta. Kampung Binyer Kab. Sarmi.

2) Aser Sewansu, 27 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Binyer Kab. Sarmi

3) Maxi Sewansu, 43 tahun, laki – laki, K. Protestan, perangkat desa, alamat kampung Binyer Sarmi Timur Kab. Sarmi.

4) Kristian Burame, 18 tahun, laki – laki, K. Protestan, pelajar SMA Demta, kampung Musicil, distrik Demta Kab. Jayapura.

5) Yohan Bai, 52 tahun, laki – laki, K. Protestan swasta, alamat Genyem Kab. Jayapura.

6) Sepi Sewansu, 50 tahun, laki – laki, Kristen protestan, petani, Kab. Sarmi.

7) Yosius Waliangeng, 28 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat Jalan Pasir Sentani Kab. Jayapura.

8) Rendy Taniauw, 20 tahun, laki – laki, K. Protestan, tidak bekerja, kampung Nafri Kota Jayapura.

9) Soni Gwenjau, 21 tahun, laki – laki, K. Protestan, mahasiswa ( kota studi Manado Sulawesi Utara ), alamat Kab. Sarmi.

10) Ibiram Inam, 31 tahun, laki – laki, K. Protestan, tidak ada, alamat Distrik Bonggo Kab. Sarmi.

11) Kornelius Akyemi, 49 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat distrik Bonggo Kab. Sarmi.

12) Nikodemus Mamawiso, 24 tahun, laki – laki, K. Protestan, Bamuskam kampung Binyer, alamat distrik Sarmi timur Kab. Sarmi.

13) Lasarus kimiyak (Sarmi), 50 tahun, laki – laki, K. Protestan, swasta, kampung Kaptiyau Distrik Bonggo Timur Kab. Sarmi.

14) Hanok Kornelius Akewi, 50 tahun, laki – laki, K. Protestan, swasta, alamat Suma distrik Buasum Bonggo Kab. Sarmi.

15) Yosep Tare, 26 tahun, laki – laki, K. Protestan, belum bekerja, alamat kampung Muris Besar Distrik Demta Kab. Jayapura.

16) Harun Demetouw, 18 tahun, laki- laki, K. Protestan, SMA Demta, alamat kampung Muris Kecil distrik Demta Kab. Jayapura.

17) Wellem Weraso, 23 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Binyer Distrik Sarmi Timur Kab. Jayapura.

18) Abiram Inam, 27 tahun, laki – laki, K. Protestan, nelayan, alamat kampung Mawesday Distrik Bonggo Timur Kab. Sarmi.

19) Philipus Mawiso, 52 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Binyer Distrik Sarmi Timur Kab. Sarmi.

20) Partel Wondamo, 47 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Wakde Kab. Sarmi.

21) Panus Sewansu, 23 tahun, laki – laki, Advent, petani, alamat kampung Binyer Sarmi Timur Kab. Sarmi.

22) Ismail Baeri, 22 tahun, laki – laki, Advent, petani, alamat kampung Munukkanya Kab. Sarmi.

23) Andrias Jongan, 60 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Muris Kab. Demta.

24) Andi Pararem, 45 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Muria Kecil distrik Demta Kab. Jayapura.

25) Demenus Morin, 55 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Muris distrik Demta Kab. Jayapura.

26) Maleaki Baeri, 27 tahun, laki-laki, Advent, Honorer, alamat kampung Munukkaniya Kab. Sarmi.

27) Martinus Yarisetouw, 28 tahun, laki- laki, K. Protestan, pelajar, alamat kampung Muris Besar distrik Demta Kab. Jayapura.

28) Chris bilasi, 19 tahun, laki – laki, K. Protestan, pelajar, alamat kampung Kasonaweja Kab. Mamberamo.

29) Joni Buway, 62 tahun, laki – laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Muris Kecil distrik Demta Kab. Jayapura.

30) Agustinus Karay, 25 tahun, laki-laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Ambora distrik Demta Kab. Jayapura.

31) Stevanus Yerona, 27 tahun, laki-laki, K. Protestan, petani, alamat kampung Muris Kecil distrik Demta Kab. Jayapura.

32) Lajemi Masoway, 28 tahun, laki-laki, K. Protestan, tidak bekerja, alamat kampung Murid Besar distrik Demta Kab. Jayapura.

33) Wempy Malik, 18 tahun, laki-laki, K. Protestan, pelajar, alamat kampung Muris Kecil distrik Demta Kab. Jayapura.

34) Daiter Morin, 30 tahun, laki-laki, K. Protestan, tidak bekerja, alamat kampung Muris Besar distrik Demta Kab. Jayapura.

Dari hasil introgasi resmi pihak kepolisian terhadap koordinator massa Yohan Bai (52) tang diterima digtara.com, diakui bahwa kedatangan mereka ke Kota Jayapura untuk melakukan aksi pada tanggal 01 Desember 2019 atas perintah Kolonel Alex Makabori yang merupakan Kepala Staf Angkatan Darat TPN – PB.

Hingga Minggu (01/12) siang, proses pemeriksaan terhadap ke – 34 warga tersebut, 6 (enam ) orang di antaranya telah di lakukan pemeriksaan oleh unit Reskrim – Polsek Sentani Kota terkait dengan kepemilikan senjata tajam.

Terkait pengungkapan tersebut, warga masyarakat pun dihimbau untuk tidak terprovokasi dengan berbagai informasi maupun rencana aksi yang sengaja disebarluaskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung-jawab guna memecah-belah persatuan dan kesatuan.

Artikel ini telah dibaca 209 kali

Baca Lainnya