Berita Pilihan Kriminal

Senin, 13 Januari 2020 - 12:08 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atjama (ist)

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atjama (ist)

Polisi Laksanakan Reka Ulang Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin

digtara.com | MEDAN – Penyidik Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara akan melaksanakan reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin, yang terjadi pada akhir November 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebutkan, rekonstruksi akan dilaksanakan di setidaknya empat lokasi di Medan. Rekonstruksi ini untuk menggambarkan secara jelas bagaimana perencanaan pembunuhan itu dibuat.

“Rekonstruksi hari ini akan dilakukan di cafe Everyday, lalu di Perumahan Mercy, kemudian di cafe Kopi Town dan Pasar Melati. Itu urutannya,”sebut Tatan, Senin (13/1/2020)

Hal yang sama dikatakan Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksan Negeri Medan, Parada Situmorang. Menurutnya, pihak Kejaksaan sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut.

Hari ini pun pihaknya sudah mendapatkan pemberitahuan akan dilakukan rekonstruksi atas kasus tersebut.

“Kita akan hadir nanti. Ada tim yang terdiri dari saya sendiri, lalu Kasi Intel, Kasi BB, Kasubsi Pra Penuntutan dan Kasubsi Penuntutan,”terang Parada.

Parada menambahkan, proses hukum perkara itu masih ditangani penyidik kepolisian. Bila memang layak dan lengkap persyaratannya utuk digelar persidangannya, pihaknya pasti akan melimpahkan perkara itu ke Pengadailan Negeri Medan.

“Ada prosedur dalam penanganan setiap perkara. Kita pasti kordinasi dengan penyidik agar segera pelimpahan ke persidangan,”tandasnya.

“Proses rekonstruksi ini sendiri merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk melengkapi berkas perkara tersebut sebelum diserahkan ke Kejaksaan sebagai penuntut umum,”tambahnya.

 

KRONOLOGI KASUS

Hakim sekaligus Juru Bicara Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser Praro di sebuah jurang di kawasan Kutalimbaru, Deliserdang, Sumatera Utara pada akhir November 2019 lalu.

Dia ditemukan dengan menggunakan seragam olahraga Pengadilan Negeri Medan, dengan posisi tidur di lantai barisan kedua mobil tersebut. Warga awalnya mengira Jamaluddin merupakan korban kecelakaan. Itu karena mobilnya ringsek usai menabrak pohon sawit sesaat setelah jatuh dari jurang.

Setelah dievakuasi dan diperiksa Polisi, dipastikan Jamaluddin sudah terlebih dahulu tewas sebelum dibuang. Polisi pun menyelidiki dugaan pembunuhan itu.

Belakangan, Polisi menyebut istri Jamaluddin, Zuraidah Hanum (41), sebagai otak pelaku pembunuhan itu. Motifnya karena persoalan rumah tangga diantara keduanya.

Dalam menjalankan aksinya, Zuraidah meminta bantuan tersangka Jefry Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29). Mereka merencanakan pembunuhan itu sepekan sebelum eksekusi dilakukan pada 28 November 2019.

Eksekusi pembunuhan itu terjadi di rumah tinggal Jamaluddin di Komplek Perumahan Royal Monaco Blok B No 22, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Dalam menjalankan aksisnya Zuraidah bersama kedua pelaku sudah berada di rumah tersebut sebelum hakim Jamaluddin pulang. Saat Jamaluddin pulang dan tertidur pulas, ketiga pelaku lalu menyekap wajah hakim Jamaluddin dengan kain pelapis kasur (bedcover) hingga hakim Jamaluddin tak bisa berpanas dan mati lemas. Mayatnya pun kemudian dibuang.

[AS]

Artikel ini telah dibaca 727 kali

Baca Lainnya