Headline Kriminal

Senin, 13 Januari 2020 - 16:10 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Proses reka ulang perencanaan pembunuhan hakim Jamaluddin di cafe Kopi Town jalan Ngumban Surbakti Medan. (dhe/digtara)

Proses reka ulang perencanaan pembunuhan hakim Jamaluddin di cafe Kopi Town jalan Ngumban Surbakti Medan. (dhe/digtara)

Polisi Reka Ulang 15 Adegan Perencanaan Pembunuhan Hakim Jamaluddin

digtara.com | MEDAN – Sebanyak 15 adegan, direka ulang (rekonstruksi) Polisi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap hakim Jamaluddin.

Rekonstruksi ke 15 adegan itu, dilaksanakan di sejumlah tempat di Medan pada Senin, (13/1/2020).

“Total ada 15 adegan hari ini di lima lokasi yang kita anggap paling penting terkait perencanaan itu,”sebut Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Andi Rian.

Lokasi pertama di gedung bekas cafe “Warung Everyday” di Kompleks OCBC Jalan Gagak Hitam Medan. Di lokasi tersebut pertama kali tercetus niat untuk membunuh hakim Jamaluddin dari tersangka Jefri Pratama. Niat itu muncul setelah Jefri mendengar curhatan istri hakim Jamaluddin, Zuraidah Hanum yang juga menjadi tersangka otak pelaku pembunuhan itu.

“Pertemuan itu di awal November 2019. Disitu kita peragakan 1 adegan, terkait munculnya niat pembunuhan itu,”sebut Andi Rian.

Lokasi rekonstruksi kedua berada di sebuah warung makan di bilangan Setiabudi Medan. Warung itu adalah tempat tinggal Reza Pahlevi, sang eksekutor.

“Di sana di rekonstruksi tersangka Jefri mengajak tersangka Reza untuk menghabisi hakim Jamaluddin. Tersangka Reza dan Jefri ini saudara beda ibu,”sebutnya.

 

PEMATANGAN RENCANA PEMBUNUHAN

Sementara itu lokasi rekonstruksi ketiga dilakukan di cafe “Kopi Town” jalan Ngumban Surbakti Medan. Di cafe tersebut diperagakan tiga adegan. Mulai dari adegan ketiga tersangka pertama kali bertemu, hingga tersangka Zuraida  menjanjikan imbalan kepada tersangka Reza.

“Di lokasi ini ketiga tersangka pertama kali bertemu. Saat bertemu, Zuraida melalui Jefri menceritakan masalahnya dengan sang suami Jamaluddin yang sudah sangat pelik. Zuraida kemudian meminta bantuan Reza untuk membunuh hakim Jamaluddin. Disitu rencana itu dimatangkan,”sebut Andi Rian.

Dalam pertemuan tanggal 25 November 2019 itu, Reza sempat meragukan niat Zuraidah. Dia bahkan sempat menuduh Zuraidah memanfaatkan sang kakak Jefri.

 

JANJIKAN IMBALAN

“Tapi karena sudah diyakinkan, akhirnya tersangka Reza setuju. Dia lalu diberikan uang Rp.2 juta untuk membeli perlengkapan seperti sebo, ponsel, sarung tangan dan sejumlah barang lain untuk eksekusi tersebut,”tambah Andi Rian.

Di cafe itu pula, kata Andi, Zuraidah dan Jefri menjanjikan imbalan kepada tersangka Reza, jika aksi mereka berhasil.

“Tersangka Zuraidah dan Jefri berencana menikah setelah aksi tersebut berhasil. Sementara tersangka Reza akan diberikan sejumlah uang dan imbalan lainnya,”terangnya.

Hingga saat ini, proses rekonstruksi masih berlangsung. Lokasi rekonstruksi keempat dilaksanakan di Pasar Melati Medan, tempat tersangka Reza membeli perlengkapan untuk mengeksekusi hakim Jamaluddin.

Sementara lokasi kelima, di cafe Vika Cofee di perumahan Mercy, Kecamatan Medan Johor. Di cafe tersebut, tersangka Zuraida bertemu dengan tersangka Reza untuk menyerahkan salah satu ponsel yang dia beli. Ponsel itu nantinya digunakan Zuraida dan Reza untuk berkordinasi saat hari eksekusi.

“Hari ini seluruhnya rekonstruksi untuk perencanaan pembunuhan. Sementara untuk rekonstruksi eksekusi, rencananya akan kita laksanakan pada hari Kamis 16 Januari 2020 mendatang,”tandasnya.

Proses rekonstruksi ini sendiri merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk melengkapi berkas perkara tersebut sebelum diserahkan ke Kejaksaan sebagai penuntut umum.

Kejaksaan sendiri sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pembunuhan hakim Jamaluddin. Penyidik dari Kejaksaan juga akan hadir untuk melihat langsung rekonstruksi tersebut.

[AS]

Artikel ini telah dibaca 730 kali

Baca Lainnya