Polisi Buru Pelaku Pemanah Pemuda di Naibonat

  • Whatsapp
banner 468x60

digtara.com | KUPANG – Aparat kepolisian Polres Kupang sedang melakukan penyelidikan terkait kasus panah yang menimpa warga Kota Kupang.

“Kita sedang melakukan penyelidikan. Semoga dalam waktu dekat sudah diketahui pelakunya,” ujar Kapolres Kupang, AKBP Aldinan Manurung, SIK dikantor nya, Rabu (22/1/2020).

Muat Lebih

banner 300250

Polisi masih mengidentifikasi pelaku dan motif pelaku. Barang bukti berupa anak panah sudah diamankan polisi. Polisi juga sudah mendatangi lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mencari informasi lebih lanjut.

Januario Boymau (20), karyawan toko buku Gramedia Kupang nyaris kehilangan nyawa setelah terkena anak panah. Warga RT 26/RW 08 Kelurahan Manutapen Kecamatan Alak Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ini baru pulang dari SoE Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) pada Selasa (21/1/2020) malam sekitar pukul 23.30 wita.

Korban mengalami peristiwa nahas ini di depan SPBU Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Anak panah hanya menembus lengan kanan korban sehingga korban hanya mengalami luka parah.

Januario Boymau mengaku kalau pada Selasa (21/1/2020) malam ia dibonceng rekan kerjanya, Indra Kamarudin (20) yang juga warga Kelurahan Naikoten I Kecamatan Kota Raja Kota Kupang.

“Indra Kamarudin yang mengendarai sepeda motor, sementara saya dibagian belakang,” tandas Januario.

Ketika tiba di tempat kejadian perkara, mereka berpapasan dengan sebuah sepeda motor dikendarai seorang pria dan membonceng seorang pria yang tidak dikenali korban. Begitu mendekat, kedua pria tersebut membuat gerakan yang tidak disadari korban.

“Saya langsung rasa ada anak panah ditangan kanan dan darah mengucur deras,” tandas korban.
Sementara para pelaku langsung tancap gas meninggalkan korban.

Indra Kamarudin dan korban hendak berbalik arah menuju rumah sakit umum Naibonat Kabupaten Kupang untuk menjalani perawatan namun mereka justru dihadang sejumlah pemuda.

Tidak ingin ada masalah baru yang lebih fatal, korban dan rekannya melaju ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang dengan jarak tempuh 40 kilometer. Sepanjang perjalanan korban merasakan darah terus mengalir dari lukanya.

Ia nyaris kehabisan darah. Beruntung korban langsung mendapatkan perawatan medis di ruang IGD rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

Korban mengaku tidak hafal jenis sepeda motor maupun nomor polisi pada kendararaan yang dipakai pelaku.

“Saya hanya ingat kalau pelaku yang dibonceng memakai baju kaos biru dan rambut ikal,” ujarnya.
Korban dan rekannya ke kota SoE pada Selasa (21/1/2020) mengunjungi kerabat Indra Kamarudin.

Ibu Indra Kamarudin sudah melarang korban dan Indra pulang malam-malam dan meminta mereka menginap di SoE, namun kedua nya bersikeras pulang malam itu juga karena harus masuk kerja pada Rabu (22/1/2020).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60