Akhirnya, Polisi Bekuk 4 Terduga Pelaku Pembunuhan 2016 Silam

  • Whatsapp
banner 468x60

digtara.com | KUPANG – Aparat kepolisian yang merupakan tim khusus Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil membekuk empat terduga pelaku pembunuhan.

Para pelaku terlibat kematian Yornimus Nenabu (48), kontraktor asal Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Muat Lebih

banner 300250

Korban Yornimus Nenabu ditemukan meninggal dunia pada Rabu (29/6/2016) lalu di Jalan Jalur 40, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Keempat terduga pelaku yang diamankan polisi masing-masing BP (52), ST (50), SN (49) dan MT (48). Keempat terduga pelaku tinggal di RT 10/RW 10 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Dari keempat orang terduga pelaku ini ada yang berprofesi sebagai PNS pada Dinas Pendidikan Provinsi NTT, PNS pada kantor gubernur NTT, PNS pada Pemkot Kupang dan juga buruh besi tua.

Penangkapan terhadap keempat terduga pelaku dilakukan tim khusus bentukan Kapolda NTT dipimpin AKBP Albert Neno yang juga Kapolres Malaka Polda NTT.

Tim melibatkan anggota Satuan Brimob Polda NTT, anggota Dit Reskrimum Polda NTT dan beberapa anggota Polres Malaka.

Keempat terduga pelaku diamankan di kediaman masing-masing pada Rabu (12/2/2020) petang hingga malam hari.

Keempat terduga pelaku ini tidak berkutik dan tidak memberikan perlawanan saat ditangkap polisi.

SN sendiri diamankan saat baru pulang mengumpulkan besi tua. Petugas kepolisian pun menunjukkan surat perintah penangkapan kepada Anaci T (27), istri SN.

Sementara tiga terduga lainnya juga diamankan dirumah saat pulang dari kebun. Ada pula terduga pelaku yang diamankan saat menikmati minuman keras jenis sopi.

Sebagian ketakutan saat didatangi anggota polisi berseragam lengkap dan dilengkapi senjata laras panjang.

Selain mengamankan keempat terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit mobil pick up warna hitam nomor polisi DH 8295 AC yang diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap korban.

Mereka kemudian digiring ke kantor Dit Resnarkoba Polda NTT untuk pemeriksaan awal dan interogasi.

Ketua tim penangkapan, AKBP Albert Neno yang dikonfirmasi, Rabu (12/2/2020) malam membenarkan penangkapan ini dan mengaku masih dalam pemeriksaan polisi. Rabu (29/6/2016) lalu, jenasah korban Yornimus Nenabu ditemukan sekitar pukul 00.10 Wita di Jalan Jalur 40 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Korban awalnya pergi dari rumah sejak Selasa (28/6/2016) dan belum pulang ke rumah.
Rabu (29/6/2016) malam sekitar pukul 22.00 wita, Nikson Benu (25), kerabat korban yang juga mahasiswa Fisip Undana Kupang dan tinggal di perumahan BTN Blok ZA nomor 55 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang bersama Yoik Nenabu (anak korban) dan Rinto Nenobais mencari korban di sepanjang jalan jalur 40 dari Pura Agung Kertha Bhuwana BTN Kolhua hingga ujung jalan persimpangan jalur 40 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Tiba di depan stasiun pemancar Metro TV, mereka bertanya kepada empat warga orang yang sementara duduk nongkrong di atas bak air yakni Rian Seran, Anton Nenotek, Tika Wekan dan Jo Saly.

Kemudian mereka bersama empat orang tersebut mencari korban ke arah perumahan Sejagad Town House namun tidak mendapati korban.

Ketujuh orang tersebut kemudian kembali mencari korban kearah jalan jalur 40 namun hasilnya nihil sehingga mereka mencari tim doa untuk membantu menemukan korban.
Berdasarkan keterangan dari tim doa, korban berada di sekitar sebuah pohon besar.

Mereka pun kemudian berinisiatif untuk turun kearah jurang dan mendapati korban yang telah meninggal dunia dan sementara tidur dengan posisi tidur miring ke sebelah kanan dan kedua kaki serta tangan terlipat.

Anak korban, Yoik Nenabu kemudian meminta kerabat dan rekan yang ikut mencari untuk membawa korban ke rumah sakit St Carollus Borromeus Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka lebam pada wajah dan luka pada pinggang sebelah kiri yang diduga akibat terjatuh dari atas badan jalan ke jurang. Saat ditemukan, tubuh korban telah kaku dan pada kedua telinga korban mengeluarkan darah.

Diduga korban meninggal sehari sebelumnya dan kuat dugaan korban merupakan korban penganiayaan yang sengaja dibuang para pelaku untuk menghilangkan jejak.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60