Diduga Bunuh Kontraktor Asal TTS, Pedagang Dibekuk Polisi di Rumahnya

  • Whatsapp
banner 468x60

digtara.com | KUPANG – Yunus Nenabu (41), warga RT 10/RW 05, Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibekuk polisi dirumahnya, Jumat (14/2/2020) petang sekitar pukul 15.30 wita.

Penangkapan dilakukan Tim khusus pengungkapan kasus pembunuhan Polda NTT dipimpin AKBP Albert Neno, SH dan Ipda Buang Sine. Yunus Nenabu baru kembali dari SoE Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) usai melayat kerabatnya.

Muat Lebih

banner 300250

Di rumah Yunus Nenabu, tim diterima Henderina Taemnanu (50) istri Yunus Nenabu yang baru kembali mengajar di SDN Maulafa. Yunus kemudian menerima surat perintah penangkapan disaksikan sang istri.

Usai bertukar pakaian, Yunus Nenabu diborgol kedua tangannya dan pasrah saat digiring ke mobil polisi. Yunus Nenabu yang sehari-hari merupakan pedagang di pasar Kasih Naikoten I dibawa ke Mapolda NTT dan diperiksa penyidik di Dit Resnarkoba Polda NTT oleh anggota tim.

Henderina, istri Yunus pasrah dengan penangkapan suaminya. Ia meminta suaminya menuruti semua proses hukum.

Henderina sendiri mengaku tidak mengetahui perbuatan pidana suaminya. “Saya sama sekali tidak mengetahui apa benar suami saya terlibat atau tidak,” tandas ibu tiga orang anak ini.

Yunus merupakan satu dari enam orang terduga pelaku pembunuhan terhadap Yornimus Nenabu, seorang pengusaha dari Kabupaten TTS yang jenasahnya ditemukan pada Rabu (29/6/2016) lalu, sekitar pukul 00.10 Wita di Jalan Jalur 40 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Korban awalnya pergi dari rumah sejak Selasa (28/6/2016) dan belum pulang ke rumah. Rabu (29/6/2016) malam sekitar pukul 22.00 wita, Nikson Benu (25), kerabat korban yang juga mahasiswa Fisip Undana Kupang dan tinggal di perumahan BTN Blok ZA nomor 55 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang bersama Yoik Nenabu (anak korban) dan Rinto Nenobais mencari korban di sepanjang jalan jalur 40 dari Pura Agung Kertha Bhuwana BTN Kolhua hingga ujung jalan persimpangan jalur 40 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Tiba di depan stasiun pemancar Metro TV, mereka bertanya kepada empat warga orang yang sementara duduk nongkrong di atas bak air yakni Rian Seran, Anton Nenotek, Tika Wekan dan Jo Saly.

Kemudian mereka bersama empat orang tersebut mencari korban ke arah perumahan Sejagad Town House namun tidak mendapati korban.

Ketujuh orang tersebut kemudian kembali mencari korban kearah jalan jalur 40 namun hasilnya nihil sehingga mereka mencari tim doa untuk membantu menemukan korban.

Berdasarkan keterangan dari tim doa, korban berada di sekitar sebuah pohon besar.  Mereka pun kemudian berinisiatif untuk turun kearah jurang dan mendapati korban yang telah meninggal dunia dan sementara tidur dengan posisi tidur miring ke sebelah kanan dan kedua kaki serta tangan terlipat.

Anak korban, Yoik Nenabu kemudian meminta kerabat dan rekan yang ikut mencari untuk membawa korban ke rumah sakit St Carollus Borromeus Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka lebam pada wajah dan luka pada pinggang sebelah kiri yang diduga akibat terjatuh dari atas badan jalan ke jurang.

Saat ditemukan, tubuh korban telah kaku dan pada kedua telinga korban mengeluarkan darah.
Korban meninggal sehari sebelumnya dan kuat dugaan korban merupakan korban penganiayaan yang sengaja dibuang para pelaku untuk menghilangkan jejak.

Kamis (13/2/2020) petang sekitar pukul 15.30 wita, Thomas Tefa (61) yang juga pensiunan PNS pada Kantor kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menyerahkan diri ke Mapolda NTT.

Thomas datang seorang diri dan langsung menghadap ketua tim, AKBP Alberth Neno, SH di ruang Dit Resnarkoba Polda NTT.

Pada Rabu (12/2/2020), polisi terlebih dahulu mengamankan Benyamin Penu (52), Semy Tualaka (50), Stefanus Nenabu (49) dan Mus Tefa (48), warga RT 10/RW 10 Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Para pelaku ini terlibat kematian Yornimus Nenabu (48), kontraktor asal Desa Mnelalete, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Para terduga pelaku ini ada yang berprofesi sebagai PNS pada Dinas Pendidikan Provinsi NTT, PNS pada kantor gubernur NTT, PNS pada Pemkot Kupang, buruh besi tua, pedagang dan pensiunan PNS kantor kelurahan.

Penangkapan dilakukan tim khusus bentukan Kapolda NTT dipimpin AKBP Albert Neno yang juga Kapolres Malaka Polda NTT. Tim beranggotakan Satuan Brimob Polda NTT, anggota Dit Resnarkoba Polda NTT dan beberapa anggota Polres Malaka.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit mobil pick up warna hitam nomor polisi DH 8295 AC yang diduga kuat terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap korban.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60