Hamili Siswi SMP, Warga Maulafa akan Disidangkan

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 468x60

digtara.com | KUPANG – Penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kupang Kota menyerahkan berkas perkara dan tersangka kasus pencabulan anak dibawah umur ke kejaksaan negeri Kota Kupang, Kamis (13/2/2020).

Penyerahan dilakukan pasca Kejaksaan Negeri Kota Kupang menyatakan berkas kasus tersebut lengkap atau P21.

Muat Lebih

banner 300250

“Kita limpahkan tersangka dan berkas perkara setelah jaksa menyatakan kasus ini P21,” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, SH di kantornya, Jumat (14/2/2020).

Sebelum dilimpahkan ke jaksa, tersangka Marsel Edison Kosat (21) menjalani pemeriksaan di rumah sakit Bhayangkara Kupang dan dipastikan sehat.

Awalnya korban MJU (15), siswi sebuah SMP di Kota Kupang dilaporkan kabur dari rumah oleh orang tuanya. Laporan kasus hilang nya MJU disampaikan pihak keluarga di Polsek Alak.

Namun satu pekan setelah kabur, orang tua MJU justru menemukan korban bersama pacar nya.
Korban pun mengaku dicabuli sang pacar hingga sembilan kali. Korban hamil dan sudah tidak masuk sekolah lagi.

Orang tua korban kemudian melaporkan kasus percabulan dan persetubuhan anak dibawah umur ini ke polisi di Polres Kupang Kota.

Mereka melaporkan Marsel Edison Kosat (21) warga blok Asoka Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban yang juga warga Kelurahan Fatufeto Kecamatan Alak Kota Kupang dijemput Marsel Edison Kosat yang baru beberapa bulan pacaran dengan nya.

Saat itu pelaku menjemput korban di Tedys bar sekitar pukul 13.00 wita pada Minggu (28/9/2019) lalu.

Korban pun diajak jalan-jalan dan pelaku tidak mengantar korban pulang ke rumah tetapi membawa ke rumah sepupu nya, Tony Naitboho di Jalan Timor Raya kilometer 10 Kelurahan Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Dirumah sepupu nya ini, pelaku mencabuli dan bersetubuh dengan korban sebanyak empat kali diwaktu yang berbeda. Selanjutnya, pelaku membawa korban ke rumah kerabat korban di Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa.

Selama tinggal beberapa hari di rumah Gordon Tallan (kerabat korban), pelaku dan korban lima kali berhubungan badan.

Pelaku dan korban baru dua bulan pacaran namun saat hilang sejak 28 September hingga 7 Oktober 2019, keduanya melakukan hubungan badan sembilan kali di waktu dan tempat yang berbeda hingga korban hamil.

Korban baru ditemukan keluarga pada tanggal 7 Oktober 2019 lalu dan mengadukan ke polisi di Polres Kupang Kota.

Polisi membawa korban ke rumah sakit Bhayangkara Kupang untuk melakukan visum dan selanjutnya diperiksa penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kupang Kota.

Polisi mengamankan tersangka dan ditahan dalam sel Polres Kupang Kota sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat (1), pasal 81 ayat (2) undang-undang perlindungan anak junto pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara karena kejadian dilakukan berulang dan berpindah tempat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60