Meninggal Dalam Keadaan Terikat,Polisi Tangkap Otak Pelaku

digtara.com

Kepolisian Resor Kota Besar Medan meringkus pelaku pembunuhan terhadap korban bernama Henri (28) yang jenazahnya ditemukan di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan dengan kondisi tangan, kaki dan leher terikat.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolrestabes Medan, pada hari Rabu 20 Mei mengatakan, ada dua pelaku dalam kasus tersebut. Satu pelaku berhasil diamankan, satu pelaku lainnya masih dalam pencarian (DPO).

Bacaan Lainnya

Adapun identitas pelaku yang berhasil diamankan yakni AAH (20), sedangkan pelaku dalam pencarian AP (33). Keduanya merupakan warga Jalan PWI, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Penangkapan terhadap pelaku bermula dari laporan istri korban yang mengatakan bahwa suaminya hilang selama dua hari. Dari laporan tersebut, petugas melakukan pencarian dan menemukan korban pada Jumat 15 Mei di sebuah bengkel di Desa Sampali.

Pada saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tangan, kaki dan leher terikat.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan terungkap bahwa korban adalah seorang agen mobil yang pada akhirnya mobil korban dijual di sebuah showroom mobil di Jalan Bilal. Dari mobil tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mendapat identitas kedua pelaku pembunuhan yang telah menjual mobil korban.

Petugas langsung bergerak menuju kediaman pelaku dan berhasil menangkap pelaku AAH, sedangkan pelaku AP berhasil melarikan diri. Polisi kini masih mencari tersangka AP yang merupakan pelaku utama.

Pos terkait