Truk Tangki LPG Isi BBM Bersubsidi

digtara.com

Skid Tank LPG ( mobil tangki pembawa LPG ) diduga milik PT. Sinar Mulia Muara Sentosa menggunakan solar subsidi sebagai bahan bakar mobil angkutannya. Hal tersebut terlihat pada saat mobil tangki melakukan pengisian bahan bakar di SPBU 14.212.268 Hessa Air Genting Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, pada rekaman video yang diterima digtara.com

Merujuk pada Peraturan Presiden No 191 tahun 2014 kendaraan bermotor umum di jalan untuk angkutan orang atau barang dengan tanda nomor kendaraan berwarna dasar kuning dengan tulisan hitam diperbolehkan menggunakan solar. Kecuali mobil barang untuk pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari 6 (enam) buah. Artinya, mobil tersebut harus menggunakan Dexlite.

Bacaan Lainnya

Pelarangan penggunaan BBM bersubdisi diarahkan juga untuk mobil tangki BBM, CPO, dump truck, truck trailer, truk gandeng dan mobil molen / pengaduk semen.

Saat dikonfirmasi ke pihak SPBU, mereka mengaku hanya melayani sesuai permintaan oleh konsumen (supir).

“Kami hanya melayani sesuai permintaan. Mengenai aturannya, kami tidak tahu apakah dibolehkan atau tidak,” aku salah satu karyawan SPBU.

Ketika digtara.com mengkonfirmasi hal ini ke Manager PT SMMS, Syukur Nasution melalui security bernama Sutrisno bahwa terkait permasalahan mobil Skid Tank LPG tersebut yang diisi bahan bakar solar subsidi, merupakan urusan perusahaan dengan pihak Pertamina.

“Ini urusan kami dengan Pertmaina. Dan Supir dengan perusahaan,” ucapnya.

Konfirmasi terpisah, Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo mengatakan kalau mobil enam roda ke atas tidak boleh mengisi bahan bakar solar subsidi sebagai bahan bakar mobil tersebut, itu sudah diatur dalam Perpres.

Ia menjelaskan kita akan cek terlebih dahulu, apakah memang perusahaan tersebut mengisi solar subsidi atau non subsidi. Karena tidak semua mobil industri yang ngisi di SPBU tersebut mengisi solar subsidi.

“Kita akan cek, karena ada beberapa titik layanan solar non subsidi di SPBU. Kalau bio solar itu subsidi,” katanya.

Robi pun membeberkan kalau nantinya terbukti melakukan pelanggaran, maka didalam aturannya ada sanksi denda dan pidanannya. Ia pun mengaku belum bisa memastikan apakah terjadi pelanggaran atau tidak.

“Kita akan cek terlebih dahulu, belum tentu mobil itu mengisinya BBM subsidi. Tapi tidak semua SPBU yang melayani solar industri. Tolong kirim sama saya lokasi SPBU nya, biar kita cek,” pintanya.

Pos terkait