Pesawat Tempur AS Masuk Taiwan, China Makin Panas

  • Whatsapp
Pemerintah China
Pemerintah China Desak AS Stop Penindasan Atas Huawei

digtara.com – Pemberitaan minggu ini dihiasi dengan ketegangan yang kembali meningkat antara AS dan China, terutama soal Laut China Selatan dan Taiwan. Pesawat Tempur AS Masuk Taiwan.

Masuknya pesawat tempur AS A.U.S C-40A ke wilayah Taiwan membuat China berang. Bahkan China mengirimkan pesawat tempur Su-30 ke langit teritori yang diakui Taipe.

China juga mengutuk AS yang menerbangkan C-40 ke Taiwan. China bahkan menyebut langkah Paman Sam provokatif dan melanggar kedaulatan serta hukum internasional.

Bacaan Lainnya

“Itu adalah tindakan ilegal dan insiden provokatif serius,” kara Kantor Urusan Taiwan-China Zhu Fenglian dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Kamis (11/6/2020).

“Kami menyatakan sangat tidak puas dan sangat menolak ini.”

Hal senada juga dikatakan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying sebagaimana dikutip dari media Global Times, yang terafiliasi dengan pemerintah Beijing.

Ia menegaskan China akan mengambil langkah tegas untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan negara itu.

“Kami mendesak AS untuk mematuhi prinsip satu China dan komunike bersama antara AS dan China, sera menghentikan tindakan ilegal,” katanya.

Kirim Drone

Ketegangan ini pun, berbuntut pada AS yang mengirimkan kembali pesawat pembom B-1B dan drone mata-mata Global Hawk ke kawasan Pasifik dan Laut china Selatan.

Menurut laporan Angkatan Udara yang dimuat Fox News, ini dilakukan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mempertahankan misi pengawasan dan pencegahan di wilayah ini.

“B-1B dan Global Hawk terbang dari Guam untuk mendukung Komando Indo-Pasifik dan secara khusus melakukan misi di Laut Cina Selatan,” tulis media tersebut.

“Misi semacam itu kemungkinan disebabkan urgensi baru, mengingat laporan bahwa China telah melakukan latihan dengan dua kapal induk di Laut Cina Selatan. Ini pun terkait dengan kegelisahan Taiwan akan kemungkinan “invasi” China,” tambah media AS itu.

Pos terkait