Harga CPO Melesat Usai Libur Idulfitri 1441H
digtara.com – Usai libur panjang merayakan lebaran Idul Fitri 1441 H, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Derivatif Malaysia (BMD) melesat hampir 2% seiring dengan banjir sentimen yang terjadi akhir-akhir ini.
Baca Juga:
Rabu (27/5/2020), harga CPO kontrak untuk pengiriman Agustus 2020 naik 40 ringgit atau bertambah 1,85% ke RM 2.207/ton. Masuk bulan Mei, harga komoditas unggulan Negeri Jiran dan Indonesia ini mulai merangkak naik seiring dengan makin banyaknya negara yang melonggarkan lockdown dan pembatasannya.
Sejak awal bulan mulai banyak negara-negara Eropa yang secara bertahap membuka ekonominya. Upaya ini membuat harapan permintaan terhadap CPO kembali membaik mengingat Uni Eropa merupakan salah satu destinasi ekspor CPO bagi Malaysia dan Indonesia.
Perancis dan Jerman sudah mulai membuka kembali perekonomiannya sejak awal Mei. Beberapa negara juga mengikuti langkah tersebut. Kabar terbaru, Afrika Selatan juga akan menempuh langkah yang sama. Afrika Selatan berencana untuk mencabut status lockdown hingga ke level tiga pada 1 Juni nanti.
Ini berarti pembukaan kembali secara penuh untuk semua sektor seperti manufaktur, penambangan, konstruksi, jasa keuangan, layanan profesional dan bisnis, teknologi informasi, komunikasi, layanan pemerintah, dan layanan media. Ketika lockdown dibuka, sekitar 8 juta orang Afrika Selatan akan kembali bekerja.
Bahkan beberapa negara di kawasan zona Euro juga sudah mulai mewacanakan aktivitas di sektor pariwisata untuk mulai digenjot kembali. Artinya para pelancong dapat mengunjungi berbagai destinasi wisata di Eropa pada musim panas tahun ini.
Kabar baik lainnya adalah ekspor Malaysia untuk periode 1-25 Mei kemungkinan akan naik 5%. Hal ini disampaikan oleh Sathia Varqa, salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura. [cnbc]
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.