Harga Emas Spot Kembali Naik 0,19 Persen

  • Whatsapp
Harga Emas Spot
Ilustrasi: Perdagangan Harga Emas Spot. (Internet)

digtara.com – Pada perdagangan hari ini, Harga emas kembali naik di perdagangan Senin (6/4/2020) pukul 07.30 WIB di pasar spot pagi ini.

Harga emas untuk pengiriman Juni 2020 di Commodity Exchange ada di US$ 1.648,90 per ons troi.

Naik 0,19% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 1.645,70 per ons troi.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga emas masih dipicu sentimen suramnya data nonfarm payroll yang menunjukkan penurunan.

701.000 pekerjaan di Amerika Serikat pada Maret, yang mencerminkan pelemahan ekonomi akibat virus corona.

“Emas terus berada dalam mode wait and see seberapa buruknya ekonomi global akan mengalami tekanan,” kata Edward Moya, analis pasar senior Pialang OANDA.

Sementara itu, dolar menguat terhadap mata uang utama dunia karena kekhawatiran resesi global yang semakin meningkat.

“Kebanyakan pedagang berharap emas akan naik lebih tinggi setelah rilis data upah,” kata Moya.

Awal perdagangan Senin (6/4/2020) Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali turun.

Situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 931.000. Harga emas Antam ini turun Rp 3.000 dari harga Sabtu (3/4) lalu di Rp 934.000.

Untuk, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga turun Rp 3.000 dan berada di Rp 832.000.

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per hari ini dan belum termasuk pajak:

Harga emas 0,5 gram: Rp 490.000
Harga emas 1 gram: Rp 931.000
Harga emas 5 gram: Rp 4.475.000
Harga emas 10 gram: Rp 8.885.000
Harga emas 25 gram: Rp 22.105.000
Harga emas 50 gram: Rp 44.135.000
Harga emas 100 gram: Rp 88.200.000
Harga emas 250 gram: Rp 220.250.000
Harga emas 500 gram: Rp 440.300.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 880.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram).Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar.[Reuters]

Pos terkait