2.008 views

Tak Hanya Dianiaya, Mantan Pemain PSMS Medan Dipaksa Pengakuan Hutang

Mantan Pemain PSMS Medan Dianiaya OTK
Fauzi Pulungan (52), Mantan Pemain PSMS Medan tahun 1992. (Fauzi Pulungan, Mantan pemain PSMS Medan yang menjadi korban penganiayaan membuat laporan ke polisi.)

Digtara.com – Mantan pemain PSMS Medan, Fauzi Pulungan (52) tak hanya dianiaya oleh sekelompok orang yang tak dikenalnya, tapi juga mantan pemain PSMS Medan ini dipaksa membuat pengakuan hutang sebesar 750 juta rupiah oleh pelaku, Kamis (19/3/2020).

Korban terpaksa mengakui hutang tersebut karena tidak tahan dianiaya dan disiksa oleh beberapa pelaku. “Saya tidak tahan disiksa terus, padahal saya tidak pernah berhutang. Surat pengakuan tersebut dibuat dengan tanggal mundur tahun 2017,” kata Fauzi.

Muat Lebih

Fauzi yang juga sempat bermain untuk Persija Jakarta  pada tahun 1993 itu, mengaku penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat, 6 Maret 2020 lalu. Dia dianiaya di Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Mantan Pemain PSMS Medan Dianiaya OTK

Penganiayaan bermula saat Fauzi dan temannya Budi Arbian menonton latihan PSMS Medan di Stadion Kebun Bunga. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang belakangan diketahui berinisial WE dan SU serta lainnya menghampiri korban dan langsung melakukan penganiayaan.

Kondisi mantan pemain PSMS Medan usai dianiaya oleh pelaku di Stadion Kebun Bunga, Medan.

Saat warga yang ada di stadion Kebun Bunga ingin melerai, pelaku mengatakan untuk jangan ikut-ikutan. Pelaku mengatakan kalau ini urusan pribadi.

“Ini urusan pribadi. Urusan pribadi, jadi jangan ada yang ikut campur,”cerita Fauzi kepada digtara.com.

Kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, warga jalan SM Raja, Gang Sepakat No.3 B Medan ini dibawa ke toilet stadion Kebun Bunga. Disanalah korban mengaku dianiaya dengan cara tangan dan kaki diikat.

Dibawa ke rumah pelaku

Usai dianiaya, sekitar pukul 19.00 WIB, Fauzi kemudian dibawa tiga pelaku dengan menggunakan ojek online ke kawasan Klambir V, ke rumah salah satu pelaku yakni SU.

“Di rumah SU, saya dianiaya lagi dan dipaksa mengakui memiliki utang 750 juta. Karena tidak tahan dianiaya, dengan berat hati saya akui,” cerita Fauzi.

Pos terkait