Demo Soal Rasisme, Rektor Baru USU Ajak Mahasiswa Papua Dialog
digtara.com – Puluhan massa Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) Sumut melakukan aksi unjuk rasa menolak Guru Besar USU yang bertindak rasisme di depan kantor Biro Rektorat USU, Selasa (2/2/2021). Merespon hal itu, Rektor USU Muryanto Amin mengatakan akan mengumpulkan dan mempelajari terlebih dahulu dokumen yang berkaitan dengan tuntutan mahasiswa Papua tersebut.
Baca Juga:
“Tentu kita punya kewenangan dari sisi etika. Tapi kalau tuntutan hukum itu tidak mungkin kita lakukan karena bukan kewenangan kita. Jadi pastinya kita pelajari dulu baru memberikan keputusan,” ujar Muryanto kepada wartawan di Halaman Biro Rektorat USU.
Dikatakannya juga Guru Besar USU yang diduga mahasiswa bertindak rasisme, Prof Yusuf L Henuk memang guru besar yang baru dipindahkan tahun 2015 dari Universitas Cendana.
Saat ditanya apakah Guru Besar USU tersebut akan diberikan sanksi, ia menjawab akan melihat terlebih dahulu kata-kata yang ada di media sosial apakah melanggar etika.
“Kami hanya bisa lihat dari sisi etik tapi kalau polisi akan melihat dari hukum pidananya. Jadi porsi universitas melihat dari sisi etisnya,” tandasnya.
Amatan digtara.com saat berdialog langsung dengan massa aksi Mahasiswa Papua USU, Muryanto menjanjikan akan melakukan rapat bersama tiga pihak antara rektorat USU, Mahasiswa Papua USU, dan Guru Besar USU yang diduga bertindak rasis.
Sebelumnya diinformasikan, IMP Sumut gelar unjuk rasa mulai sejak 09.30 Wib. Terlihat mahasiswa membawa spanduk berisi tuntutan – tuntutan mereka kepada Rektor USU yang baru saja dilantik, Muryanto Amin.
Diantaranya, ‘Hentikan intimidasi terhadap orang Papua’, ‘Kami manusia bukan monyet’, ‘Stop rasis kepada orang Papua’, ‘Hitam kulit keriting rambut kita juga manusia’, dan lain – lain.
“Kami mahasiswa Papua melawan rasisme. Ini adalah USU bersama sehingga kasus ini tidak boleh dipelihara. Kami menuntut keras agar rasisme dihentikan,” ujar Koordinator Aksi, Yance Emany saat diwawancara.
Dikatakannya, jangan ada lagi elemen dari USU yang menimbulkan rasisme. Serta pelakunya harus segera diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.
“Rasisme ini dilakukan oleh guru besar USU, yakni Prof Yusuf L Henuk. Itu dilontarkan di Twitter mengatakan orang Papua itu bodoh dan kayak monyet,” tandasnya.
Maka dari itu, IMP Sumut menyampaikan 3 poin tuntutan yakni 1. Copot jabatan Prof Yusuf L Henuk Guru Besar USU. 2. Kami IMP Sumut meminta Prof Yusuf L Henuk ditangkap dan diproses hukum, 3. Hentikan rasisme terhadap orang Papua.