Dampak Covid-19, Atur Pola Makan Agar Tidak Stres saat di Rumah aja

  • Whatsapp
Dampak Covid-19, Atur Pola Makan Agar Tidak Stres saat di Rumah aja

digtara.com – Dampak dari penyebaran virus korona (Covid-19) yang membuat harus di Rumah aja yakni terkadang stres. Untuk itu perlu rasanya mengatur dan memahami pola makan agar tidak stres saat berada di Rumah aja.

Isolasi mandiri di Rumah saat pandemi global covid-19 (virus korona) merupakan tindakan yang tepat. Anda tidak seharusnya stres selama menjalani isolasi saat ini. Namun, sebagai ahli diet, Sally Kuzemchak, MS, RD menyatakan bahwa banyak lelucon di sekitar sekarang tentang stres dan pola makan yang berubah selama isolasi. Misalnya, memasak makanan yang lebih berat dan seringkali mengemil di depan layar.

Satu-satunya hal yang menghentikan dirinya membuat roti dan kue adalah kenyataan bahwa tepung sulit ditemukan untuk saat ini. Tetapi, di balik lelucon itu ada kekhawatiran serius tentang berat badan dan banyak orang merasa bersalah karena menemukan kenyamanan dalam makanan dan makan secara berbeda saat ini.

Bacaan Lainnya

“Saya memahami keprihatinan ini (dan saya menyadari hak istimewa belaka untuk memiliki begitu banyak makanan). Tetapi saya berharap bahwa dengan begitu banyak hal lain yang perlu dikhawatirkan saat ini, Anda akan memberi diri Anda sedikit rahmat,” ujarnya seperti dilansir WebMD, Rabu (29/04/2020).

Sebab, kata Sally, kita berada di tengah-tengah krisis, masa ketika rutinitas dihentikan dan beberapa kebiasaan kesehatan pasti berubah. Anda mungkin tidak memiliki energi untuk berolahraga dan menjadi sulit tidur. Anda mungkin makan lebih dari biasanya dan itu tidak masalah.

Maka, lakukanlah sejumlah upaya agar Anda tidak merasa stres. Salah satunya, menghindari diet. Jika Anda mengurangi konsumsi karbohidrat atau puasa sebelum pandemi melanda dan berjuang untuk tetap konsisten, silakan tunda.

“Diet adalah stres ekstra yang tidak Anda butuhkan, terutama untuk saat ini. Diet ketat merupakan tekanan fisik pada tubuh Anda dan menjadi beban mental,” tuturnya.

Ia memaparkan bahwa saat ini, kita berada dalam krisis global yang memberikan tekanan setiap hari. Oleh karena itu, Anda harus kuat sekarang, tidak terkuras secara mental dan fisik. “Bersikap baik kepada diri sendiri. Ini adalah kesempatan untuk melatih belas kasihan diri sendiri,” papar Jennifer Carter, PhD, selaku psikolog olahraga di The Ohio State University yang sebelumnya bekerja di pusat pemulihan gangguan makan.

Menuturnya, tentu Anda memiliki respons emosional, yang mungkin berarti kebiasaan yang kurang sehat. Beberapa stres makan dan emosional itu wajar saat ini. Ia menekankan, makan normal harus sangat fleksibel.

Kemudian, saat isolasi mandiri Anda memiliki lebih banyak waktu untuk benar-benar menikmati makanan tanpa merasa tergesa-gesa. Maka memperlambat durasi saat makan dapat membantu Anda lebih menikmati makanan dan memahami kapan saatnya Anda kenyang.

“Lalu, cari bantuan jika Anda membutuhkannya. Meskipun kadang-kadang makan emosional tidak apa-apa, Anda juga perlu cara lain untuk menangani emosi Anda, baik itu berbicara dengan teman atau keluarga tepercaya, berjalan-jalan, atau menulis jurnal,” pungkasnya.

Apabila Anda merasa makanan adalah satu-satunya cara Anda mengatasi emosional Anda, dapatkan bantuan dari dokter Anda. Langkah ini akan efektif untuk membantu pola makan Anda.

 

[ya]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.
Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait