2.520 views

Mantan Pemain PSMS Medan Dianiaya di Stadion Kebun Bunga

Mantan Pemain PSMS Medan Dianiaya OTK
Fauzi Pulungan (52), Mantan Pemain PSMS Medan tahun 1992. (Fauzi Pulungan, Mantan pemain PSMS Medan yang menjadi korban penganiayaan membuat laporan ke polisi.)

Digtara.comMantan Pemain PSMS Medan, Fauzi Pulungan (52), mengaku telah dianiaya sekelompok orang yang tak dikenalnya. Akibatnya, mantan gelandang PSMS Medan tahun 1992 itu mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya. Seperti , tulang rusuk kiri patah dan tangan kanan bengkak.

Fauzi yang juga sempat bermain untuk Persija Jakarta  pada tahun 1993 itu, mengaku penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat, 6 Maret 2020 lalu. Dia dianiaya di Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Muat Lebih

Sejumlah luka ditubuh korban, Fauzi (52).

Penganiayaan bermula saat Fauzi dan temannya Budi Arbian menonton latihan PSMS Medan di Stadion Kebun Bunga. Tiba-tiba datang sekelompok orang yang belakangan diketahui berinisial WE dan SU serta lainnya menghampiri korban dan langsung melakukan penganiayaan.

Saat warga yang ada di stadion Kebun Bunga ingin melerai, pelaku mengatakan untuk jangan ikut-ikutan. Pelaku mengatakan kalau ini urusan pribadi.

“Ini urusan pribadi. Urusan pribadi, jadi jangan ada yang ikut campur,”cerita Fauzi kepada digtara.com.

Kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, warga jalan SM Raja, Gang Sepakat No.3 B Medan ini dibawa ke toilet stadion Kebun Bunga. Disanalah korban mengaku dianiaya dengan cara tangan dan kaki diikat.

Dibawa ke Rumah Pelaku

Usia dianiaya, sekitar pukul 19.00 WIB, Fauzi kemudian dibawa tiga pelaku dengan menggunakan ojek online ke kawasan Klambir V, ke rumah salah satu pelaku yakni SU.

Diam-diam, Fauzi meminta bantuan dengan mengirimkan SMS kepada keluarganya.

Kakak korban pun datang ke lokasi kejadian. Tak terima melihat korban dalam kondisi babak belur, kakak korban dan pelaku pun terjadi cek cok.

Tak berselang lama, datang tiga personil dari kepolisian bersenjata api ke rumah pelaku SU lalu membawa korban ke Polsek Hamparan Perak dengan menggunakan mobil.

“Dalam mobil ada 3 polisi, saya dan SU. Saya bingung kenapa SU ikut di dalam mobil,” cerita korban.

Namun, ketika ditanya siapa yang menghubungi polisi, Fauzi mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu, tiba-tiba saja mereka datang,” ucapnya.

Sesampainya di Kapolsek Hamparan Perak, korban pun berniat membuat pengaduan. Namun Kapolsek menyarankan agar kasus ini ditangani Polsek Medan Baru atau Polrestabes Medan.

Selanjutnya, korban bersama SU pun diantar oleh personil Polsek Hamparan Perak ke Polsek Medan Baru untuk membuat laporan.

“Saya diterima sama pak Toni SPK Medan Baru dan membuat laporan sekitar pukul 03.00 WIB. Namun saya terkejut karena pelaku SU berada di dalam ruangan mengawasi saya. Dan akhirnya SU diminta keluar oleh penyidik,” beber korban.

Kaposek Medan Baru, Kompol Martuasah H.Tobing SIK MH saat dikonfirmasi melalui telepon seluler belum bisa memberikan keterangan secara jelas. Kapolsek mengatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

Kasus penganiayaan ini pun sudah dilaporkan FT Fauzi Pulungan (anak korban) ke Polda Sumut. Laporen bernomor LP/466/III/2020/SUMUT/SPKT II Tanggal 07 Maret 2020 itu diterima penyidik Brigadir Taufik Darmawan. [***]

 

Pos terkait