Pemuda di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri dengan Kabel Telepon

  • Whatsapp
Pemuda di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri dengan Kabel Telepon
Jenazah Brian Arfan Radja Koda (24) saat disemayamkan di rumah duka. (digtara.com/imanuel lodja)

digtara.com – Seorang pemuda di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas gantung diri, Jumat (29/5/2020) pagi. Tewas Gantung Diri dengan Kabel Telepon




Korban Brian Arfan Radja Koda (24) warga RT 01/RW 01 Kelurahan Nunbaun Sabu, Kecamatan Alak, ditemukan di jembatan Kelurahan Nunbaun Delha. Saat ditemukan, leher korban terikat kabel sling.

Bacaan Lainnya

Ayah korban, Absalom Raja Koda (57), sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Alak dan Polres Kupang Kota.

Ayah korban mengaku saat itu masih tidur. Dia mendengar ada suara teriakan dan tangisan. Dia terbangun dan menuju ke lokasi kejadian di bawah jembatan Kelurahan Nunbaun Sabu.

Di lokasi, dia mendapati Fenis Ardi raja Koda (46), warga RT 01/RW 01 Kelurahan nunbaun Sabu sedang memangku korban.

Orang tua korban lantas ikut membuka ikatan di leher korban dan langsung menurunkan korban.




Korban diketahui meninggal dunia karena lehernya terikat kabel sling warna hitam dan menggantung di bawah jembatan.

Selanjutnya, Absalom Raja Koda menggendong korban dan mengevakuasi korban ke rumahnya, untuk kemudian melaporkan ke polisi.

Ka SPKT Polsek Alak, Aipda Kadek Mardiana yang datang ke lokasi kejadian tidak menemukan jenazah korban, karena telah dibawa ke rumah duka oleh orang tua dan kerabatnya.




Anggota unit identifikasi Sat Reskrim Polres Kupang Kota juga sempat ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Pertama kali ditemukan warga

Korban pertama kali ditemukan Hendrik Balle (30), seorang nelayan yang juga warga Kelurahan Nunbaun Delha. Saat itu sekitar pukul 05.00 wita, saksi sedang dalam perjalanan pulang ke rumah setelah melaut.

Saat tiba di jalan setapak di samping jembatan, Hendrik Balle melihat ada sesuatu yang tergantung di bagian bawah jembatan.




Dia langsung mendekat dan melihat korban yang tergantung dan sudah tidak bernyawa.

Melihat kejadian tersebut, Hendrik Balle berteriak sehingga warga lain juga ikut datang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *