Kamis, 03 April 2025

Sebar Video Penista Paus Fransiskus, Siswa SMA di Waikabubak Diamankan Polisi Hingga Minta Maaf

Redaksi - Kamis, 10 Juni 2021 01:45 WIB
Sebar Video Penista Paus Fransiskus, Siswa SMA di Waikabubak Diamankan Polisi Hingga Minta Maaf

digtara.com – AM (17), siswa SMA di Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat diamankan polisi di Polres Sumba Barat, Selasa (8/6/2021) lalu. Pemuda ini menyebarkan video bernuansa negatif yang melibatkan tokoh agama dunia, Paus Fransiskus.

Baca Juga:

Ia ditangkap tim Cyber Troops Polres Sumba Barat bersama unit tindak pidana tertentu (Tipidter) Satuan Reskrim Polres Sumba Barat di rumahnya.

AM membuat heboh warga di Kabupaten Sumba Barat karena memposting video bernuansa negatif dengan melibatkan tokoh agama Paus Fransiskus.

Dalam video berdurasi 21 detik tersebut, AM mengedit tokoh agama dunia Paus Fransiskus dengan gestur yang tidak seharusnya.

Aparat keamanan Satuan Reskrim Polres Sumba Barat langsung melaksanakan patroli cyber untuk mengetahui keberadaan AM.

Setelah mengetahui keberadaan AM, anggota Satuan Reskrim Polres Sumba Barat langsung mengamankan AM di rumahnya dan dibawa ke Polres Sumba Barat untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Selasa (8/06/2021)

Pelaku dan Orangtua Minta Maaf

Setelah diamankan di Mapolres Sumba Barat, AM mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya.

Rabu (9/6/2021), AM bersama orang tuanya didampingi Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, SIK, MH, melakukan permintaan maaf melalui video kepada seluruh masyarakat khususnya umat Katholik.

Selain video permintaan maaf yang disebarluaskan melalui berbagai media sosial, Kapolres Sumba Barat juga berkoordinasi dengan orang tua maupun Kepala Sekolah AM agar terus mengawasi AM. Juga mengingatkan kepada AM agar tidak lagi membuat hal-hal serupa yang dapat berdampak buruk bagi situasi Kamtibmas.

Kapolres Sumba Barat juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar cerdas dalam bermedia sosial, sehingga apa yang menjadi postingan tidak menimbulkan isu provokasi maupun konflik sosial di tengah masyarakat.

Diingatkan pula bahwa media sosial merupakan salah satu media komunikasi dalam bersosialisasi satu sama lain. Namun masih banyak oknum yang justru menjadikan media sosial sebagai alat untuk menyebarkan konten bernuansa negatif.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Polisi Amankan Orangtua Balita yang Aniaya Anak hingga Meninggal Dunia

Polisi Amankan Orangtua Balita yang Aniaya Anak hingga Meninggal Dunia

Terdakwa Penganiaya Transpuan di Kupang Divonis Berbeda

Terdakwa Penganiaya Transpuan di Kupang Divonis Berbeda

Polisi Terima Dua Laporan Terkait Kasus Pembunuhan Mahasiswa Undana di Oesapa

Polisi Terima Dua Laporan Terkait Kasus Pembunuhan Mahasiswa Undana di Oesapa

Ayah Biadab di Sidimpuan Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Berusia 3 Tahun

Ayah Biadab di Sidimpuan Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Berusia 3 Tahun

Komentar
Berita Terbaru